Senin, 07 Desember 2020

Menyiapkan Anak Generasi Maju Dimulai Dari Keluarga Yang Sehat

Setiap orang tua pastinya memiliki harapan untuk menjadikan si kecil Anak Generasi Maju. Sebaai Mombassador SGM Eksplor, akupun memiliki harapan yang besar untuk anak-anakku.

Saat pandemi di mulai dan kegiatan belajar mengajar pindah dari sekolah menjadi di rumah, aku mulai merencanakan banyak kegiatan yang tepat. Kegiatan apa yang kira-kira tidak membuat mereka bosan namun tetap memberikan stimulasi kepada mereka untuk mengasah potensi prestasinya walaupun hanya dari dalam rumah.

Namun seiring berjalannya waktu, tidak semua anak kuat disodorkan banyak kegiatan, apalagi hanya di rumah saja. Ini malah akan membuat mereka tertekan, jenuh dan bisa jadi akan berontak.

Akhirnya aku mulai fokus dengan menjaga imunitas mereka, karena ini yang terpenting dari semuanya. Mereka harus tetap sehat dan aktif sehingga mampu melakukan aktifitasnya dengan happy. Tentunya dimulai dari menanam kebiasaan baik kepada si kecil sedari dini.

 

Berikut ini beberapa kebiasaan baik yang biasa aku terapkan di rumah dalam menjaga imunitas keluarga:


Melakukan kegiatan fisik

Di rumah saja, bukan berarti tidak bisa melakukan kegiatan fisik ya. Ajak si kecil tetap aktif, dengan membiasakan mereka bermain dengan menggerakkan badannya. Sehingga tubuh menjadi bugar karena terbiasa bergerak. Bermain petak umpat/ atau berbagai permainan tradisional lain bisa banget untuk jadi pilihan. Yoga dan senam juga bisa dilakukan di dalam rumah. Hindari kegiatan pasif seperti menonton tv atau gadget.






Sempatkan Berkegiatan Di Luar Rumah

Jangan lupa untuk memperhatikan waktu dan tempat yang dituju. Cari info untuk mengetahui kapan dan dimana tempat tersebut tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Untuk menjalankan protokol kesehatan.




Lakukan bukan hanya perintah

Anak lebih senang mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya dari pada hanya mendengar perintah tanpa melihat contohnya. Yuk jadwalkan berolahraga bersama si kecil akhir pekan ini!






Memenuhi nutrisnya setiap hari

Perut si kecil bukan hanya butuh kenyang. Nutrisinya harus terus terjaga dengan makan makanan bergizi, yang mengandung serat dan protein tentunya. Lalu jangan lupa untuk minum susu minimal 2 kali sehari untuk tambahan nutrisinya.

 

Dengan begitu tubuh si kecil akan terus prima, imun terjaga dan siap menerima kegiatan – kegiatan seru menuju Anak Generasi Maju yaitu bantu tumbuh kembang, cerdas kreatif, percaya diri, mandiri dan supel. Ingat bahwa kesehatan adalah segalanya. Kita tidak bisa melakukan apapun yang kita inginkan jika dalam kondisi sakit. Semangat sehat untuk kita semua.

 

 

Salam Senyum :)

Senin, 30 November 2020

5 Cara Menstimulasi Potensi Prestasi ala Keluarga Mombassador SGM Eksplor

Waktu berjalan begitu cepat ya. melihat bayi kita yang sudah tumbuh besar. semakin banyak kebisaan yang dia bisa lakukan. setiap waktu, setiap hari jadi masa pembelajarannya. Kita para orang tua nggak boleh lengah nih untuk terus kasih stimulasi yang tepat, agar potensi prestasinya muncul dan siap untuk diasah.

Aku dan suami alhamdulillah sejalan dalam membentuk pola asuh kepada anak-anak kita. begitu juga cara kita untuk mendukung stimulasi potensi prestasi si kecil agar bisa lebih optimal dan menjadi Anak Generasi Maju.


Ini cara kita bersama untuk memaksimalkan potensi prestasi mereka, yuk disimak:


1. Memperkenalkan Dengan Banyak Hal Baru



Memperkenalkan si kecil dengan banyak hal baru akan membuat wawasan mereka terbuka. Kita seperti menyodorkan banyak pilihan potensi yang nantinya bisa dipilih yang sesuai dengan potensi awal si kecil. Caranya bisa dengan memberikan banyak buku bacaan ataupun mengenalkan banyak tempat, profesi, benda, dan lain sebagainya.


2. Jeli

saat masa kanak-kanak, kita sama sekali tidak mengerti soal bakat ataupun potensi yang ada di dalam diri. disini peran orang tualah yang harus jeli melihat potensi tersebut.

pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu apa minat dan potensi mereka. Bisa mulai dilihat dari mainan apa yang sering dimainkan, kegiatan apa yang membuat mereka betah untuk melakukan dalam waktu lama, cara mereka menyikapi masalah yang dihadapi, baca karakternya, dan lakukan pendekatan yang intim dengan sering ngobrol bareng untuk bisa mengetahuinya.


3. Beri Apresiasi



Membiasakan diri untuk mengapresiasi potensi si kecil sekecil apapun itu. apresiasi bukan hanya dalam bentuk pujian, tetapi juga memberi masukan, kritik yang membangun juga bentuk apresiasi. pujian akan membuatnya percaya diri untuk melakukannya. Dan masukan serta kritik mampu membuat mereka lebih kuat dan terpacu untuk jadi lebih baik.


4. Sesuaikan Sekolah Formal dan Kursus Tambahan

Jika kita sudah lihat potensi apa yang ada di dalam dirinya, kita bisa sesuaikan saat mencari tempat sekolah dan les tambahan. cari yang sejalan dengan peminatan si anak, agar semakin terarah dan semakin berkembang potensi prestasinya.


5. Penuhi Gizi Dan Nutrisi Hariannya




stimulasi diatas tidak akan bisa diterapkan jika si kecil sakit atau tidak fit. untuk itu, penting untuk menjaga kesehatan dan kekebalan daya tahannya dengan selalu memberi makanan dengan gizi seimbang. selain itu tambahkan nutrisi hariannya dengan memberikan 2 gelas susu SGM Eksplor setiap pagi dan malam

Itu tadi adalah usaha kami menjadikan si kecil Anak Generasi Maju. Semoga bisa jadi masukan bagi yang membutuhkan. mungkin ada masukan lain yang bisa diterapkan bersama? yuk share pengalaman bunda di kolom komentar ya.


Salam Senyum :)


Minggu, 29 November 2020

Timmyness Sebagai Pedoman Kerja IDN Media



Banyak perusahaan yang menaungi banyak karyawan. Keduanya memiliki tugas masing-masing yang semestinya saling menguntungkan. Karyawan harus mengerjakan tugas sesuai bagiannya masing-masing untuk memajukan dan memberikan keuntungan yang baik untuk perusahaan. Dan perusahaan harus membayar kompensasi waktu, pikiran dan tenaga yang karyawan berikan tersebut sesuai perjanjian dan atuaran yang berlaku. 

Biasanya hanya sebatas itu saja jarak antara karyawan dan perusahaan. Namun berbeda dengan yang saya lihat di IDN Media. Selain memikirkan kesejahteraan individu karyawannya, IDN Media juga membuat nilai-nilai perusahaan yang harapannya mampu membentuk lingkungan yang baik untuk perusahaan. Nilai-nilai ini juga mampu membentuk kebiasaan dan perilaku yang positif bagi mereka yang menjalankannya.

Nilai-nilai ini diciptakan langsung oleh Founder dan CEO IDN Media, Winston Utomo sejak IDN Media mulai berdiri dan ditujukan untuk Timmy (sebutan untuk karyawan IDN Media). Nilai-nilai tersebut dinamakan Timmyness.

10 Timmyness ini semestinya diterapkan di semua perusahaan nih. Karena mampu membawa perubahan baik bukan hanya untuk perusahaan tersebut, tetapi juga dapat memberikan dampak positif kepada karyawan yang menjalankan untuk kemajuan mereka secara pribadi.

Apa saja sih isi dari 10 poin Timmyness tersebut?



1. Membawa kreativitas, ketulusan dan semangat dalam bekerja

Orang kreatif adalah orang yang memiliki banyak ide dan kreativitas sangat dibutuhkan didunia kerja. Untuk itu penting untuk selalu mengasah kreativitas seperti dengan banyak membaca, banyak mencoba hal baru ataupun belajar dari pengalaman dan juga pergulatan emosi yang dilewati.

Semangat harus terus ada agar kreativitas tersebut bisa terus berkembang dan Ketulusan lah yang membuat hal ini bukan menjadi pekerjaan yang sia-sia dan hanya bikin capek saja. 




2. Berkomunikasi dengan benar dan bertindak etis

Kolaborasi dalam tim sangat dibutuhkan untuk kemajuan bersama. Untuk itu perlu adanya komunikasi yang baik didalamnya untuk meminimalisir konflik internal sehingga mencapai keberhasilan.


3. Berkembang di tengah ambiguitas dan perubahan yang dinamis

Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Berkembang ditengah perubahan yang dinamis seperti ini perlu adanya adaptasi yang kuat agar bisa tetap bertahan.


4. Bersikap aktif dan kolaboratif, bukan kompetitif

Untuk kepentingan efesiensi waktu dan efektivitas pekerjaan, perlu dilakukan kolaborasi yang apik dan aktif antara seluruh anggota tim untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain. Bukan kompetisi menang kalah karena dalam tim tidak ada perlombaan.


5. Menghargai perbedaan

Semua kita tak sama, ini tak bisa dihindari. Mulai dari ras, agama, budaya serta sudut pandang dalam melihat dan menanggapi persoalanpun pastilah berbeda. Adanya kita adalah untuk bisa untuk saling melengkapi perbedaan tersebut.


6. Mempertahankan sikap positif, bahkan ketika sesuatu tak berjalan sesuai dengan harapan

Ketika kenyataan tidak sejalan dengan harapan, kadang kita langsung merasa gagal dan berjalan untuk menyerah. Namun perlu untuk selalu berpikir positif agar terus bisa bertahan dalam berjuang.


7. Membantu rekan kerja demi kepentingan kelompok

Sifat individual tidak bisa berlaku dalam sebuah tim yang maju. Saling bantu-membantu dan melengkapi tidak akan membuat kita menjadi kekurangan.

Dalam kelompok kecil seperti dalam rumah tangga saja. Jika suami dan istri sama sama memimpin maka akan terjadi bentrok yang terus menerus dan tidak akan sejalan. Namun jika sang istri sering memberi masukan, dukungan agar suami bisa bijak memutuskan pilihan sehingga muncul kerja sama yang baik dan sejalan, maka keharmonisan dalam keluargapun akan tercipta.

Begitu juga dalam lingkup pekerjaan, demi kepentingan kelompok haruslah saling membantu dan bekerja sama.


8. Memuji rekan kerja saat mereka sukses dan membantu mereka saat mereka membutuhkannya

Ini yang terkadang sulit untuk diimplementasikan. Kebayakan dari kita sulit untuk menerima kesuksesan orang lain, apalagi membantu untuk proses tersebut.

Coba deh biasakan untuk berikan apresiasi berupa pujian, saran dan kritik yang membangun kepada sesama. Aku sih percaya banget, bahwa sesuatu yang baik yang kita berikan nantinya akan berbalik baik juga kepada kita.


9. Melakukan hal yang benar bahkan ketika tak ada yang melihat

Bisa karena biasa. Pasti tidak mudah untuk melakukan hal yang tetap pada jalur kebenaran, dikeadaan terdesak dan tidak ada yang melihat. Namun kalau itu sudah menjadi kebiasaan maka akan muncul kepercayaan. Kepercayaan inilah yang membuat kita berbeda dengan yang lain. Karena kepercayaan tidak akan diberikan ke sembarang orang.


10. Melihat kesuksesan perusahaan sebagai kesuksesan diri

Menjadi bagian dari perusahaan yang menaungi kita, disejahterakan, diberikan kesempatan dan tempat untuk berkembang harusnya membuat kita merasa memiliki perusahaan tersebut pula. Dengan begitu saat perusahaan sukses, maka terasa juga kesuksesan tersebut di dalam diri kita sendiri. Hal ini juga bisa menjadi pacuan kita agar bisa lebih sukses untuk kedepannya.





Timmyness ini banyak dijumpai di tembok - tembok kantor IDN Media supaya bisa selalu mengingatkan para karyawan untuk selalu menerapkannya dalam keseharian.

Wah.. Andai saja seluruh perusahaan menerapkan nilai-nilai ini dan kita semua bisa mengaplikasikan dikehidupan kita ya. Pasti akan tercipta orang-orang dan lingkungan yang positif, sportif, dan saling mendukung untuk maju dan sukses bersama.



Salam Senyum :)

Kamis, 29 Oktober 2020

New Normal New Habit

Sebagai Mombassador SGM Eksplor, mengantarkan si kecil menjadi anak generasi maju haruslah dengan memberikan stimulasi yang terus menerus secara bertahap dan tentunya dengan konsisten.


Memang banyak keterbatasan yang terjadi di 7 bulan terakhir ini. Kita tidak bisa seleluasa dulu untuk mengajak si kecil melihat dunia luar, bermain, bersosialisasi dan melakukan aktivitas seru di luar rumah. Banyak aktivitas yang harus disesuaikan di era new normal seperti ini. 

Awalnya akupun melarang anakku keluar rumah, semua dilakukan di dalam rumah, nyatanya ini membuatnya bosan dan malah membuatnya tidak aktif seperti sebelumnya.


Pelarian mereka selama di rumah adalah televisi dan gadget. Walaupun terkadang aku sering mengajak dan membuatkan mereka permainan seru di dalam  rumah, nyatanya mereka butuh interaksi dengan orang lain.


Untuk itu aku ingin berbagi tips nih, agar si kecil tetap aman beraktivitas di luar rumah. Check this out.


Sosialisasikan New Normal Kepada si Kecil

Mereka harus tahu terlebih dahulu, kenapa mereka tidak bisa sebebas dulu, kenapa kita harus sering bersih-bersih, kenapa harus pakai masker dan berbagai pertanyaan yang ada dikepala mereka. Dijelaskan dengan sederhana, dengan bahasa yang mudah dipahami. 

Dengan mengetahui dan mengerti, mereka akan lebih memiliki kesadaran untuk melakukan kebiasaan baru ini.


Memperkenalkan dan Membiasakan Melakukan 3 M



Agak sulit memperkenalkan hal ini ke anak kecil, tapi jangan pikir mereka tidak butuh perlindungan kan. Jadi coba perlahan dengan membuat mereka menyukai kebiasaan baru yang harus dilakukan ini.

membiasakan mereka mencuci tangan menggunakan sabun contohnya, bisa kita siapkan handsanitizer khusus untuk mereka, agar mereka senang membersihkan tangannya.

Siapkan masker kain dengan bahan yang nyaman untuk anak dan dengan motif yang mereka sukai. Si kecil akan nyaman, senang dan betah deh memakainya.

Jaga jarang dengan orang lain. Mereka bisa diperbolehkan untuk berinteraksi dengan orang lain, namun ingatkan untuk tidak perlu melakukan sentuhan dan jaga jarak saat berbincang.

Membawa Perlengkapan Yang Di Butuhkan 

Saat ingin bepergian, sebisa mungkin biasakan membawa alat makan sendiri, agar mereka tidak meminjam atau menggunakan barang milik temannya ataupun milik orang lain.

Pilih tempat umum yang tidak terlalu ramai

Kita bisa survei terlebih dahulu untuk melihat kapan tempat tersebut aman untuk kita bawa mereka kesana. Jangan bawa saat sedang ramai-ramainya. Contohnya ke Taman, jika di taman tersebut sangat ramai di sore hari, carilah waktu lain yang tepat, pagi hari misalnya. Sambil bisa berjemur dan berolah raga.



Dilarang memegang wajah saat tangan tidak bersih

Ini yang sering dilakukan anak-anak. Untuk itu biasakan mereka untuk tidak mudah memegang wajahnya walaupun di dalam rumah, agar mereka terbiasa dimanapun berada.



Nutrisi 



Perhatikan asupan nutrisi mereka. Biasakan mengkonsumsi makanan yang berimbang jangan lupa sayuran, buah-buahan dan susu. Ini baik untuk menjaga imunitas mereka.

Jika nutrisinya sudah dirasa kurang cukup, mengkonsumsi vitamin bisa membantu. Tapi ingat bahwa vitamin tidak bisa dikonsumsi jangka panjang. Lebih baik penuhi nutrisi alaminya saja.

Dalam pengawasan

Meskipun sudah mengetahui dan mengerti, namun namanya anak-anak, terkadang mereka masih harus diingatkan untuk kebersihan mereka sendiri. Seperti kebiasaan mereka memegang wajah dan mulut saat tangannya kotor.


Dengan memberikan mereka kesadaran akan pentingnya kebersihan diri, mengetahui bahaya yang bisa mengancam kesehatan dan mencontohkan hal yang mesti dilakuan, akan menjadikan si kecil lebih ringan dalam menjalani new normal ini.  Sehingga orang tua bisa tetap memberikan stimulasi agar si kecil tetap aktif dan sehat ditengah pandemi seperti ini.

Senin, 19 Oktober 2020

Bermain Bersama Bunda ala Mombassador SGM Eksplor



Bulan ini Keana anak keduaku memasuki usia 1, 5 tahun. Alhamdulillah, Ada saja tingkah lucunya setiap hari. Dia sedang suka sekali meniru gerakan dan ucapan orang-orang sekitar. Kita yang berada didekatnya harus ekstra hati-hati nih, supaya Keana tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai usianya dan membahayakan dirinya.

Anak-anak pasti senang menghabiskan sebagian besar waktu dalam hidupnya untuk bermain, menjelajahi hal-hal baru setiap harinya. Namun kita sebagai orang tua tentunya ingin permainan mereka tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membawa efek baik yang bisa menambah kemampuan berpikirnya menjadi Anak Generasi Maju.

Untuk mengembangkan kemampuan dasarnya, anak mestinya di stimulasi dengan aktivitas yang sesuai sehingga ia mampu mengasah 5 potensi prestasinya yaitu berpikir kreatif, bantu tumbuh kembang, percaya diri, mandiri serta supel sejak dini.

Pada anak usia 1-3 tahun, aktivitas yang diberikan harus dibuat semenyenangkan mungkin. Ini adalah masa golden age dimana otak si kecil berkembang sangat cepat. Untuk itu perlu stimulasi tepat berupa nutrisi dan aktivitas yang dapat membuat perkembangan otaknya ideal.

Mereka yang ada diusia ini sedang senang sekali bereksplorasi dengan lingkungannya untuk melatih motorik kasar dan mengembangkan koordinasi gerakan dan keseimbangannya. Di fase ini juga tepat sekali untuk mengenalkan rasa tanggung jawab sejak dini dan membiasakannya melakukan berbagai aktivitas sendiri untuk membantunya belajar mandiri.

Sedihnya saat pandemi seperti ini, Keana jadi tidak bisa leluasa mengeksplor dunia luar. Karena keterbatasan kita untuk melakukan berbagai kegiatan di luar rumah. Karena pandemi ini sudah cukup lama, aku sudah mulai kehabisan ide nih untuk buat aktvitas seru bersama si kecil di rumah.

Website Generasi Maju – Bermain Bersama Bunda

Bunda sudah tidak perlu bingung lagi nih, karena website generasi maju dari SGM Eksplor mengerti kegelisahan kita nih. Website ini memberikan berbagai pilihan aktivitas seru yang bisa dilakukan si kecil bersama bunda. Kegiatan ini juga menjadi sarana bermain sambil belajar si kecil bersama bunda sekaligus mampu mengasah 5 Potensi prestasi mereka.



Untuk mendapatkan banyak inspirasi permainan, bunda cukup klik disini lalu pilih Bermain Sambil Belajar dan sesuaikan usianya dengan si kecil deh. Aktivitas ini bisa dilakukan dengan mudah di rumah dan dengan menggunakan barang sederhana yang ada di rumah saja loh. Yang menarik lagi, hal ini dituangkan dalam bentuk video, sehingga lebih menarik dan mudah diikuti.

Kali ini, aku dan Keana menonton salah satu video dari Bermain Bersama Bunda dan menginspirasi kami untuk mengenal anggota tubuh. Keana happy banget dan mau mengikuti instruksi dengan baik. Ia juga jadi lebih mudah mengenal anggota badannya dengan menggambar.

 


 

Alat yang digunakan:

  • Kertas kosong
  • Spidol warna
  • Buku bergambar anggota tubuh

Caranya:

  • Kenalkan nama – nama anggota tubuh yang ada pada gambar, lalu minta si kecil menunjukkan anggota tubuh yang bunda minta
  • Setelah itu minta si kecil meletakkan tangannya dikertas, kemudian gambarlah tangannya dengan spidol
  • Agar lebih menarik, gambar tangan bisa di warnai
  • Lakukan hal yang sama kepada telapak kaki si kecil

Manfaat dari permainan ini:

  • Mengenalkan nama- nama anggota tubuh
  • Melatih daya ingat
  • Melatih koordinasi antara mata dan tangannya

Selain Mengenal anggota tubuh, masih banyak sekali pilihan permainan disana. Bunda bisa kunjungi website Generasi Maju – Bermain Bersama Bunda untuk tahu kegiatan menarik lainnya. Dan jangan lupa follow akun instagram @akuanaksgm dan Facebook Aku Anak SGM supaya tidak ketinggalan info dan konten menarik seputar tumbuh kembang dan nutrisi untuk si kecil.

Yuk manfatkan waktu kita bersama si kecil dengan melakukan kegiatan seru sambil memberikan stimulasi positif dan kenangan manis untuk kehidupannya.


Salam Senyum :)

Minggu, 04 Oktober 2020

Edukasi Protokol Kesehatan Zaman Now


Perkembangan kasus covid 19 di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Meskipun covid sudah hampir 7 bulan lamanya menyita perhatian semua orang, namun kurva pasien yang positif terus meningkat. Apa yang salah disini? Apakah penanganan pemerintah belum sesuai, atau memang kita sebagai masyarakatnya yang masih abai?

Rabu, 30 September kemarin saya mengikuti seminar online bersama teman – teman blogger yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan Pembicara bapak Dr. Riskiyana sebagai Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI. Tema yang diangkat adalah “Edukasi Protokol Kesehatan Zaman Now”.




Tujuan diadakan seminar ini adalah untuk menyadarkan bahwa virus ini nyata dan berbahaya sehingga penting untuk mengedukasi kembali protokol kesehatan agar pandemi ini cepat selesai.

Banyak orang bilang, “duh.. kapan ya pandemi ini selesai?” Atau mengeluh “kapan ya bisa ke mall?”, “kapan gue bisa liburan lagi nih kalau PSBB terus?”, dan masih banyk keluhan lainnya. Namun apakah sudah sesuai dengan usaha yang mereka lakukan untuk memutus penularan Covd 19.

Menurut hasil survei kepatuhan masyarakat dari Balitbangkes Kemenkes, sebanyak 68% masyarakat percaya pemerintah dapat menangani Covid 19 dan 91% masyarakat percaya tenaga kesehatan mampu menangani Covid 19.

Sekuat apapun aturan pemerintah dan seberapa hebatnya penanganan tenaga kesehatan tidak akan pernah cukup jika kesadaran kita masih sangat rendah dan abai dalam menjalankan protokol kesehatan.

Mengapa belum semua menerapkan protokol kesehatan?

Ada 2 faktor menurut Psikolog Dr. Rose mini yang biasa dipanggil bunda Romi, yaitu faktor Internal seperti Kurangnya moral vietue dan kesalahan proses belajar. Dan juga faktor Eksternal yang meliputi aturan yang tidak baku, ketiadaan contoh dan konsekuensi yang tidak ketat.

Virus ini merupakan ancaman yang tidak terlihat. Obat dan vaksin yang dapat mengendalikan vrus ini juga belum ditemukan. Untuk itu protokol kesehatan harus benar-benar dipahami dan dijalankan. Bukan dengan paksaan namun dijadikan suatu kebiasaan.




Yuk Adaptasi kebiasaan baru dengan 3 M berikut ini:

  • Mencuci tangan

Karena tangan adalah anggota tubuh yang paling sering kita gunakan untuk berhubungan dengan banyak hal, maka penting untuk menjaga kebersihannya.

Cuci tangan saat sebelum dan sesudah melakukan sesuatu. Banyak virus bertebaran di mana - mana diberbagai benda atau orang yang kita pegang. Jangan sampai tangan menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum kamu mencucinya. 

Mencuci tangan harus menggunakan sabun, minimal 20 detik setiap kali cuci. Dengan mencuci tangan, kita bukan hanya melindungi diri dan keluarga namun juga melindungi orang lain. Karena meskipun kita terasa baik-baik saja, bisa saja kita termasuk OTG (Orang Tanpa Gejala) yang terlihat sehat, namun bisa menularkan virus ini ke orang lain.


  • Memakai Masker

Dengan menggunakan masker yang tepat, kita bisa mencegah keluar masuknya droplet (cairan dari mulut) yang bisa menjadi media penularan virus. Ada banyak tipe masker yang bisa dipilih, seperti masker N95, masker medik dan masker kain 3 lapis. 

Karena ukuran virus yang sangat kecil maka tidak disarankan untuk memakai masker scuba atau masker kain lainnya yang hanya terdiri dari 1 lapisan. Pakailah masker dengan benar saat keluar rumah dan tidak lupa untuk menggantinya secara berkala.


  • Menjaga jarak

Ini sangat efektif menghindari droplet terbang lalu hinggap ke atau dari kita. Namun hanya sekitar 35-40 % masyarakat yang patuh dengan jaga jarak. Hindari kerumunan dan tempat-tempat ramai. Untuk itu sangat disarankan untuk tetap berada dirumah jika tidak ada hal mendesak untuk keluar rumah. 

Dengan mengetahui bahaya, cara penularan dan cara menghindarinya, maka akan lebih ringan dalam menjalankan protokol kesehatan menjadikan dan menjadikannya sebagai kemudahan. 

Menurut Dr. Riskiyana, virus ini sebenarnya sangat lemah karena bisa sangat mudah hancur walaupun dengan sabun paling murah sekalipun. Namun, karena bentuknya yang sangat kecil membuat virus ini bukan hanya berupa droplet, namun juga bisa melayang dan terbang bersama udara.

Mulailah dari lingkup keluarga dahulu, untuk ubah perilaku sebagai pencegahan penularan covid 19.

Perilaku saat di Luar Rumah

  • Pakai masker
  • Membawa handsanitaizer
  • Jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain
  • Jangan menyentuh area wajah sebelum cuci tangan dengan sabun

Perilaku Saat Di Dalam Rumah

  • Kurangi interaksi dengan tamu dan orang luar
  • Rajin ganti dan cuci masker setelah bepergian
  • Rutin membersihkan rumah dan benda-benda yang ada dengan disinfektan
  • Berjemur setiap pagi jam 10 selama 15 menit
  • Cuci tangan dengan sabun sesering mungkin dengan air mengalir terutama setelah pegang uang, sebelum makan, setelah memegang benda-benda diluar rumah
  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi gizi seimbang
  • Aktif bergerak dan tetap produktif di Rumah
  • Buat suasana dirumah nyaman agar tidak stres

Perilaku Saat Masuk Rumah

  • Hindari menyentuh apapun dan siapapun untuk langsung mencuci tangan, mandi dan berganti pakaian
  • Segera cuci masker dan pakaian bekas pakai dengan sabun
  • bersihkan barang-barang yang dibawa dari luar dengan disinfektan
  • Setelah yakin sudah bersih barulah bisa berinteraksi dengan keluarga


Hasil survei sosial demografi Dampak Covid 19, BPS 2020, didapat bahwa perempuan lebih mengetahui dan menerapkan physical distancing dibandingkan laki-laki. Sehingga diharapkan para ibu, maupun perempuan lainnya mampu mensosialisasikan hal tersebut kepada minimal keluarganya. Keluarga adalah satuan masyarakat terkecil. Disiplin dalam keluarga dan disiplin di masyarakat akan menjadi garda terdepan pencegahan Covid 19. 




Mari adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan Protokol kesehatan ini dengan benar, dilakukan bersama-sama dan konsisten dengan begitu akan terciptalah perlindungan kesehatan individu, perlindungan kesehatan masyarakat, lebih bersih, lebih sehat dan lebih taat. Sehingga masyarakat bisa hidup produktif dan aman dari Covid 19.

Ingat ya, virus ini memang ada, berarti kita juga harus optimis untuk bisa meniadakannya kembali.


Salam Senyum :)


Selasa, 29 September 2020

Agar si kecil aktif dan kreatif


Setiap orang tua pasti berharap anaknya dapat tumbuh dengan aktif dan kreatif. Untuk itu, perlu stimulasi yang tepat agar si kecil mampu mencapainya. Sebagai Mombassador SGM Eksplor, kami sering melibatkan website generasi maju dalam membantu proses tumbuh kembang si kecil. Disana ada pengenalan nutrisi, berbagai resep makanan, tips permainan yang tepat berdasarkan usia dan berbagai artikel lain yang akan mendukung si kecil menjadi anak generasi maju.

Salah satu artikel generasimaju.co.id yang menurut saya menarik perhatian saya, disana terdapat artikel cara mendidik anak agar kreatif dan aktif.

Dalam mendidik anak banyak dari kita sebagai orang tua, menuntut kecerdasan secara akademis saja. Sehingga banyak anak yang hanya senang bermain dianggap tidak pintar. Nyatanya hal itu tidak benar.anak aktif biasanya memiliki imajinasi yang hebat namun perkembangan teknologi dan gadget terkadang membuat kreatifitasnya tidak muncul.

Menangani anak aktif dibutuhkan kesabaran, ketelatenan dan konsistensi dari orang tua agar si kecil mampu menjadi anak aktif yang kreatif.

Berikut tips agar si kecil bisa aktif dan kreatif :

‌Jeli lihat potensi si kecil

Ketika anak aktif dalam hal panjat-panjat dan lompat-lompat, mungkin ia memiliki ketertarikan terhadap kegiatan yang bersifat gymnastik. Arahkan dengan memasukkannya ke kelompok gymnastik atau bisa juga, buat ruang khusus untuknya mengeksplor. Dengan menggunakan barang-barang seadanya di rumah, buatlah tempat bermainnya menjadi nyaman dan aman. Sehingga gerakannya bisa lebih terarah.

Jika anak suka air dan terlihat berani di pantai terbuka, bisa sering ajak anak berenang atau masukkan dia ke les khusus berenang.

‌Buat sikecil percaya pada kemampuannya sendiri

Saat si kecil berusaha melakukan hal yang tidak biasa ia lakukan sendiri, biarkanlah, sembari perhatikan keamanannya. Terkadang anak suka mengeksplor benda-benda yang ada di sekitarnya menjadi tidak sesuai fungsinya. kurangi melarang hal "unik" yang dilakukan si kecil selagi kegiatan tersebut tidak membahayakan dirinya dan lingkungan.

‌Beri apresiasi

Ketika keluarga terdekat bisa mengapresiasi "temuan" barunya, ia akan merasa dihargai dan berusaha terus melakukan hal-hal baru yang lebih baik setiap harinya.




‌Pancing ia untuk berpikir kreatif

Dengan membaca buku cerita kemudian minta dia agar mengulang cerita tersebut. Aku suka menanyakan kembali kepada anakku Kyara setelah ia membaca sebuah cerita. Apa isi dari buku tersebut? Apa yang didapat dari sana? Buat karangan cerita lain agar ia belajar berimajinasi dan cerita tersebut menjadi semakin berkembang.



Perkenalkan hal-hal baru yang ada disekitar. Coba tanya apa kegunaannya? Dan berbagai pertanyaan lain yang memancing dan membiasakannya berpikir out of the box.

 Kurangi menonton TV dan gadget

Perbanyak kegiatan yang melibatkan seluruh anggota badannya. Buat permainan menarik dan sederhana bersama keluarga. Seperti bermain peran, buat pertunjukan dan si kecil sebagai pemeran utamanya.beri ia panggung untuk mengeluarkan imajinasi yang ada di kepalanya.




Dengan memahami kita bisa mengerti,  memberi dukungan serta memberi apresiasi. Harapannya adalah dapat menjadikan si kecil aktif, kreatif dan menjadi anak generasi maju.

Senin, 21 September 2020

Apakah Masa Tua Pasti Akan Pikun?


Pasti kita sering menemukan cerita bahwa orang tua yang berusia lanjut mengalami pikun. Lupa akan apa yang baru saja ia lakukan, lupa dengan orang sekitar, atau bahkan terkadang lupa dengan anggota keluarganya sendiri. Tapi apakah hal ini normal dan pasti terjadi kepada mereka yang berusia lanjut?

Setiap manusia pasti ingin hidup sehat, tetap bisa aktif dan mandiri sampai tua. Namun nyatanya, dengan bertambahnya usia, kualitas hidup kita akan semakin menurun. Mulai banyak penyakit berdatangan dan jika sudah mengalami kepikunan akan membuat kita tidak lagi bisa mandiri untuk melakukan aktifitas dan harus bergantung dengan orang lain.



Dalam webinar kesehatan yang baru saja saya ikuti hari Minggu 20 September 2020 kemarin dalam rangka Festival digital bulan Alzheimer Sedunia, saya baru mengetahui bahwa Demensia Alzheimer atau biasa disebut “Pikun” menurut Dr Junita maja pertiwi Sp. S adalah Suatu kumpulan gejala klinis yang khas yang ditandai gangguan kognisi, prilakudan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari- hari, kita sering juga mengalami lupa akan suatu hal, seperti mencari kunci yang baru saja diletakkan, mencari kacamata yang ternyata ada di kepala dan masih banyak contoh kelupaan yang lainnya. Namun apakah itu termasuk gejala pikun?




Siapa saja yang beresiko terkena Demensia Alzheimer?

  1. Usia lanjut
  2. Diabetes melitus yang tidak terkendali
  3. Hipertensi
  4. Stroke dan Jantung koroner
  5. Kadar lemak tidak normal
  6. Obesitas
  7. Disfungsi thyroid
  8. Depresi
  9. Kekurangan fitamin B12
  10. Keturunan
  11. Merokok
  12. Kurang olahraga
  13. Pengaruh obat-obatan


Kenali gejala Pikun berikut ini, cek apakah sudah ada yang sesuai dengan kondisi anda?

  1. Gangguan daya ingat
  2. Disorientasi, bingung akan waktu (hari, tanggal), tidak tahu jalan pulang
  3. Menarik diri dari pergaulan
  4. Perubahan prilaku dan kepribadian
  5. Sulit melakukan pekerjaan yang familiar dan rutin
  6.  Kesulitan memahami visualspatial – sulit mengukur jarak, tidak dapat membedakan warna
  7. Sulit fokus
  8. Gangguan berkomunikasi- kesulitan bicara
  9. Salah membuat keputusan
  10. Menaruh barang tidak pada tempatnya

Cara terhindar dari Pikun



Mengobati pikun

Penyakit ini sebenarnya belum memiiki obat yang bisa menyembuhkan total, namun bisa mengurangi gejala, memperlambat perkembangan penyakit, membuat penderita dapat hidup semandiri mungkin serta beberapa penanganan yang harus dilakukan. Penganan mengatasi penyebab pikun, memberikan obat-obatan untuk memperbaiki gejala pikun dan meningkatkan fungsi otak, terapi stimulasi kognitif dan perawatan paliatif.


Mengapa menjadi penting untuk kampanye #Obatipikun saat ini?

Jadi Pikun itu bukan hal yang normal dalam proses penuaan. Pikun itu tidak wajar namun gejala dari penyakit Demensia Alzheimer. Dengan mengetahui gejala, cara penanggulangan dan juga pengobatannya, kita bisa mengusahakan untuk tidak mengalami hal tersebut nanti, mulai dari saat ini.

Tahun 2020 sudah lebih dari 50 juta orang yang mengalami Demensiadan terbanyak adalah Demensia Alzheimer yaitu 60-70%. Sehingga diperkirakan di tahun 2050 akan ada 131,5 juta orang akan mengalami Demensia.

Hal ini akan berpengaruh terhadap Kesejahteraan, usia harapan hidup, populasi usia lanjut dan masalah kesehatan lansia itu sendiri.


Untuk itu perlu sekali untuk mendeteksi dini apakah kita memiliki resiko tersebut. Dalam Webinar tersebut PERDOSSI yang disupport oleh PT Eisai Indonesia (PTEI)  meluncurkan aplikasi E- Memori Screening (EMS). Aplikasi ini yang mampu menjadi alat edukasi sekaligus bisa menjadi alat skrining Demensia dan sudah bisa di download secara gratis di Playstore maupun Appstore.




Dalam aplikasi ini terdapat artikel lengkap mengenai demensia, mampu menskrining dan terdapat deretori rumah sakit yang bisa dituju jika hasil skrining mengarah kepada gejala demensia. Sehingga si penderta bisa mendapatkan perawatan yang cepat, tepat dan dekat karena bisa disesuaikan lokasinya dengan yang terdekat dengan lokasi pasien.


Aplikasi ini mudah sekali digunakan, hanya dengan menjawab beberapa pertanyaan (dengan pilihan jawaban) dengan jujur sesuai kondisi yang sebenarnya. Kemudian akan muncul skornya. Jika hasil pemeriksaan/ skornya lebih dari 2, maka disarankan untuk segera menghubungi dokter. Cukup cari di Playstore atau appstore dengan nama EMS – Sahabat Kesehatan Otak Keluarga.


Keunggulan Aplikasi EMS

  • Mudah digunakan/ siapapun bisa menggunakan
  • Berisikan pertanyaan yang sudah ada pilihannya
  • Mobile friendly
  • Bisa digunakan untuk lebih dari 1 orang dalam 1 akun (bisa mengecek anggota keluarga lain)

Dengan aplikasi ini Kita bisa deteksi sedini mungkin, apakah kita memiliki resiko yang mengarah ke arah demensia. 

Semoga dengan membangun kesadaran masyarakat untuk menanggulangi gejala pikun sejak sejak dini, mampu membuat kehidupan lansia di Indonesia menjadi tetap sehat, menurunkan keluhan kesehatannya, tetap mandiri, aktif dan selalu produktif sehingga tidak ada ketergantungan terhadap orang lain.


Salam Senyum :)


 


 


  

Jumat, 18 September 2020

Kenali, Asah dan Kembangkan Potensi Prestasi Si Kecil



Setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya menjadi Anak Generasi Maju yang hebat dan sukses di masa depannya. Namun tidak semua dari mereka mampu mengembangkan dan menstimulasi dengan baik potensi anak tersebut untuk bisa berkembang. Potensi prestasi setiap anak tidaklah sama, selalu unik dan berbeda-beda. Orang tua harus peka sedini mungkin untuk tahu kemana arah yang dituju anak selanjutnya.

Sebagai Mombassador SGM Eksplor, kami diperkenalkan dengan 5 Potensi Prestasi yang bisa diasah dan dikembangkan. Berikut 5 Potensi Prestasi dan aktivitas seru untuk tetap bisa menstimulasinya walaupun hanya dari rumah:

  1. Berpikir Kreatif

Lakukan aktivitas yang berbau seni, seperti menggambar, mewarnai, membuat prakarya sederhana dari barang- barang yang ada dirumah, seperti kertas bekas, kain, kardus, dan lain-lain. Pancing daya imajinasinya dengan membiarkan mereka membuat apa yang mereka mau, tentunya tetap dalam pantauan.



Si kecil yang sudah mulai mengenal profesi bisa di ajak untuk bermain peran. Minta dia menjadi profesi atau kegiatan yang ia sukai. Mengenalkan mereka dengan musik juga mampu memancing kreativiasnya. Bunda bisa ajak si kecil bernyanyi dan menari bersama.

Sempatkan mereka untuk bebas bermain dan bereksplorasi sendiri. Disitu bisa dilihat imajinasi mereka terhadap benda-benda dirumah yang mereka jadikan alat bermain sesuka mereka.


   2. Bantu Tumbuh Kembang

Tentunya selalu pastikan nutrisi yang mereka dapatkan setiap harinya terpenuhi, dengan selalu makan makanan yang sehat dan bergizi. Sebagai tambahan nutrisi, beri ia susu pertumbuhan SGM Eksplor 2 kali sehari.



Membiasakan untuk hidup sehat dengan berolahraga bersama. Banyak gerakan sederhana yang bisa dipraktekan untuk si kecil tentunya dengan menyesuaikan usianya ya bun.

   3. Mandiri

Targetkan mereka untuk bisa melakukan kewajibannya sesuai usianya. Seperti anakku Kyara yang menginjak usia 6 tahun. Ia sudah bisa melakukan banyak hal sendiri, seperti mandi, makan, membereskan mainan serta bukunya setelah digunakan, merapikan baju dan rambutnya sendiri. Beri ia kepercayaan untuk bisa melakukannya sendiri dengan dukungan dan apresiasi ketika dia berhasil melakukannya.


   4. Supel

Perbanyak anak untuk berinteraksi dengan temannya yang sebaya maupun berbeda usia dan bisa juga orang dewas, lalu mengajak anak untuk mengamati orang disekitarnya dan belajar bertoleransi dengan berbagai macam perbedaan yang ada.


   5. Percaya diri

Beri ruang untuknya mengembangkan rasa percaya dirinya dengan memberi kesempatan ia menunjukkan keterampilannya, apapun itu sekecil apapun itu. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi untuknya, seperti beri perhatian saat ia tunjukkan kebolehannya sudah menjadi, beri tepuk tangan dan bisa juga memberikan komentar membangun agar dia terpacu untuk selalu lebih baik.



Seperti yang kita semua tahu, PT Sari Husada selalu mendukung tumbuh kembang dan Prestasi Anak di Indonesia salah satunya dengan mengadakan kompetisi #PrestasiGenerasiMaju. Cukup ceritakan bagaimana cara bunda menstimulasi Potensi Prestasi si kecil agar bisa jadi Anak Generasi Maju. Lalu share di sosial media bunda. Syarat dan ketentuan lengkapnya bisa klik link ini ya

Dapatkan kesempatan untuk memenangkan Paket Edukasi Generasi Maju dari SGM Eksplor. 

Good Luck!


Salam Senyum :)

Selasa, 01 September 2020

Pengalaman mengikuti short course di The British Institute (TBI) Dago



Sudah bulan ke 6 ya kita hidup dengan banyak keterbatasan seperti ini. Kita tidak bisa seleluasa dulu untuk pergi ke suatu tempat. Bahkan hanya sekedar beli sayuran saja kita harus jaga jarak dengan orang sekitar dan menggunakan masker demi saling menjaga dari serangan virus Corona. Sangat berusaha untuk tidak mengeluh dan mengalihkan kejenuhan ini dengan tetap produktif dan melakukan hal positif lain.
Seperti pada tanggal 24-26 Agustus 2020 lalu nih,  aku dan beberapa teman blogger lainnya mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus singkat bahasa Inggris di TBI (The British Institute)  secara Online dengan tema yang disesuaikan dengan kami yang bekerja sebagai penulis yaitu “Blogger Creative Writting” . Program ini diselenggarakan oleh Komunitas Indonesian Social Blogerpreneur (ISB) kepunyaan blogger senior kita Teh Ani Berta.

Wah.. Senang sekaligus degdegan deh rasanya. Senang karena terpilih untuk mendapat kesempatan ini dengan cuma- cuma alias Free. Degdegan karena sudah lama sekali kan lepas dari kegiatan belajar formal seperti ini, dan dengan menggunakan bahasa Inggris pula. Haha.

Sebelum kursus dimulai, kami diminta untuk mengerjakan placement test secara online juga pastinya. Terdiri dari 100 soal pilihan ganda yang lumayan bikin otak muter. Sebenarnya tesnya bahasa Inggris dasar ya, namun karena jumlahnya yang cukup banyak dan sudah lama tidak mengikuti ujian (terakhir saat kuliah di 2011, lama sekali ya) jadi ya lumayan pusing juga. Hehe.

Karena kursus ini menggunakan metode jarak jauh (online) maka kami diberitahukan untuk mempersiapkan aplikasi yang akan dibutuhkan saat proses belajar nanti. Sebagai media komunikasi antara guru dan para murid kami menggunakan aplikasi zoom. Sedangkan sebagai media untuk menyampaian materi, tugas dan lainnya kami menggunakan Google classroom.
 

Waktu belajarpun tiba

Disini ada dua teacher yaitu mrs. Grase dan Mrs Irtis. Mereka menyapa dengan ramah dan kita saling berkenalan satu sama lain. Mereka sangat jelas dan asik dalam menyampaikan materi sehingga mudah untuk dipahami. Lebih terasa seperti antar teman dibandingkan dengan guru dan murid. Tentunya selama kursus berlangsung, kita semua wajib menggunakan bahasa Inggris ya.

Suasana kelas terasa sangat cair, teacher TBI mampu membuat kami yang tegang menjadi relaks dan siap untuk menerima materi. Awalnya agak takut saat mulai ngobrol, karena sibuk memikirkan apakah Grammar-ku benar atau tidak, namun teacher membuat kita untuk berani bicara. Karena banyak orang yang tidak berani aktif menggunakan bahasa Inggris karena takut salah susunan katanya.

Jika kami salah dalam pengucapan pun, teacher membetulkan dengan cara yang asik sehingga kami tidak merasa disalahkan. Disini belajar bahasa Inggris menjadi tidak sehoror itu loh.

Proses belajar tidak hanya satu arah, kami juga sering dipancing untuk mengemukakan pendapat. Setelah materi selesai disampaikan, mereka mengadakan quiz yang seru dan berkaitan dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya. Dari 10 orang, kami dipecah menjadi tiga kelompok untuk mengerjakan quiz tersebut.



Dibantu dengan breakroom dari aplikasi zoom, kami bisa fokus di kelompok kami masing-masing untuk mengerjakan quiz tersebut tanpa bisa menyontek dengan kelompok lain. Teacher sesekali kontrol setiap kelompok untuk melihat perkembangan kami. Seru sekali deh, kami berpacu dengan waktu dan soal.

Dari 3 hari pertemuan, kami mendapat 2 jam waktu belajar dalam setiap kali pertemuan, dan ini sama sekali tidak terasa karena sangking serunya. Pelajaran yang kami dapat adalah seputar merieview produk, review restaurant, review component dan juga Grammar penunjangnya. Ini sangat relead dengan pekerjaan kami sebagai blogger.

Setelah selesai, teacher akan memberikan tugas yang harus diselesaikan sebelum pertemuan selanjutnya. Dan setelah kita kumpulkan tugas, kita mendapat feedback dari teacher sehingga kita tahu dimana letak kesalahan dan bisa belajar dari situ.
 

Alasan mengapa pilih TBI sebagai tujuan kita belajar Bahasa Inggris

  • TBI adalah tempat kursus Bahasa Inggris yang terdepan dan pertama di Indonesia dengan mutu  dan kualitas yang sangat baik.
  • Memiliki tenaga pengajar asing maupun lokal dan semuanya telah memenuhi syarat kualifikasi yang sesuai dengan standar internasional
  • Satu satunya institusi pelatihan Bahasa Inggris di Indonesia yang disertifikasi oleh the University of Cambridge English, untuk menjalankan kursus pelatihan CELTA (Certificates in Teaching English to Speakers of Other Languages)
  • TBI selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam pelatihan guru dan menjadi yang terdepan dalam segala metodologi pengajarannya.
  • Sangat terpercaya untuk persiapan tes IELTS dan TOEFL.
  • Program teacher training dilakukan secara rutin di setiap bulan.
  • Metode dan materi pengajaran TBI selalu up-to-date.
  • Terpercaya oleh banyak perusahaan - perusahaan besar.
  • Terpercaya oleh beberapa universitas untuk program wajib persiapan tes TOEFL sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa/i.
  • TBI Menerapkan sistem pengajaran yang praktis, relevan, menyenangkan dan dinamis.
  • Jadwal kelas dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan karena TBI memiliki kelas dari Senin sampai dengan Sabtu mulai pukul 10.00 – 21.00.
  • Belajar dapat dilakukan dimana saja karena TBI memiliki kelas yang dapat diakses secara online/ digital learning.
  • Biaya kursus yang terjangkau.
 
Menghadapi persaingan global, kita dituntut untuk mampu bersaing agar bisa sukses. Salah satu caranya adalah dengan menguasai bahasa asing terutama bahasa Internasional (bahasa Inggris) sebagai 2nd language- nya. Bahasa Inggris pasti dibutuhkan untuk siapa saja, tidak peduli tua dan muda, jika ingin maju ya harus bermodalkan kemampuan bahasa asing yang baik dan ini bisa digunakan seumur hidup.
 
 

TBI memiliki banyak pilihan Lokasi untuk kursus yang bisa kamu sesuaikan dengan tempat tinggalmu, diantaranya:

  • Jakarta: Pondok Indah / Kuningan / Kelapa Gading
  • Cibubur
  • Depok
  • Tangerang : BSD / Gading Serpong
  • Bandung : Dago / Festlink / Jatinangor
  • Malang
 

TBI memiliki beragam pilihan Program Kelas dengan menyesuaikan usia, kemampuan (berdasarkan hasil placement test di awal) dan bisa juga disesuaikan dengan kebutuhan, yakni:

  • Children
  • Pre Teen
  • Teen
  • Global English
  • Exam Preparation for TOEFL or IELTS test
  • Workshop
  • In-House Training
  • Private Class
  • Blended Learning
  • Online Learning
  • Teacher Training
 

Aktifitas yang sering diikuti TBI antara lain:

  • Supporting acara - acara pendidikan, pentas seni, bundling program dll.
  • Special Promotion (Back to School, Back to Campus, TBI Anniversary, Year End dll).
  • All Year Programme (Pay one level get special discount, harga khusus untuk anggota keluarga, group promo dll).
  • Car Free Day
  • Workshop gratis untuk sekolah, perusahaan, universitas, dan lembaga-lembaga pemerintahan maupun pendidikan.
  • Bekerjasama dengan Indosat untuk program acara Ranking 1.
  • Aktif melakukan exhibition di mall-mall dan sekolah dan atau universitas 
Oia, Tahun ini TBI menginjak usia ke-36 loh, ini bukan waktu yang sebentar dalam memberikan pelayanan yang luar biasa terhadap seluruh muridnya. Dalam rangka ulang tahunnya tersebut, TBI mengadakan beberapa kompetisi seperti lomba menulis, membuat vlog, kompetisi video dan lain lain. Agar murid- murid menjadi semakin bersemangat dalam meningkatkan tingkat Bahasa Inggris mereka dengan cara cara yang menyenangkan.
 
Buat kamu yang masih ingin mengikuti kursus ini namun ingin melakukannya di rumah  saja karena masa Pandemik ini, kamu bisa pilih kelas Online seperti yang aku ikuti ini. Jangan khawatir, karena materi tetap maksimal disampaikan oleh teacher yang sangat profesional pastinya.

Jika tertarik untuk ikut belajar Bahasa Inggris dengan suasana yang menyenangkan di TBI, sebentar lagi akan ada promo spesial nih yaitu Back to Campus dengan Special Discount hingga 20% + lucky dip (Study Voucher, Merchandise, dll) khusus di bulan September 2020, jadi jangan sampai kelewatan ya. Atau kamu mau tanya- tanya dulu, bisa hubungi nomor 08122-046-937 atau bisa email ke info@dago.tbi.co.id. Kamu juga bisa lihat informasi lebih lanjut di www.tbi.co.id dan juga bisa intip sosial media TBI di Instagram dan Facebook.

Jangan merasa tua atau terlambat untuk belajar. Karena ilmu tak mengenal usia dan bisa dipakai seumur hidup. Untuk para orang tua, kita bisa wariskan ilmu yang kita punya untuk anak kita. Jadi tidak ada yang sia-sia untuk belajar.

Salam Senyum :)

Kamis, 27 Agustus 2020

Bijak Bersosmed, Yuk!



Saat ini sosial media memiliki peran yang sangat penting. seperti dua mata pisau yang mampu membawa banyak manfaat sekaligus mampu merugikan juga. Sosial media yang awalnya hanya berfungsi sebagai penyambung jarak untuk yang jauh agar bisa terasa dekat, berkembang menjadi banyak manfaat dan dampak negatifnya pula.

Sebagai mombassador SGM Eksplor kami juga menggunakan sosial media untuk membagikan informasi mengenai kesehatan keluarga, nutrisi, tumbuh kembang anak dan ilmu-ilmu parenting lainnya untuk membentuk Anak Generasi Maju. Selain itu, Sosial media banyak digunakan untuk keluar masuknya berbagai informasi, penunjang para pekerja yang memberlakukan Work From Home (WFH) dan juga sebagai sarana dalam kegiatan belajar School From Home (SFH).  





Dahulu buku, Koran dan Televisi menjadi sumber informasi utama, sehingga tingkat kebenarannya bisa di buktikan dengan nyata melalui bukti-bukti kongkritnya. Berbeda dengan saat ini, dimana informasi sangat banyak sekali sumbernya. Karena perkembangan sosial media yang semakin maju, semua orang bisa menjadi pembawa pesan melalui sosial medianya masing-masing. Semua bisa menjadi juru berita di platformnya masing-masing.

Penting untuk kita behati-hati dalam mencari dan meneriman informasi, gambar atau issue tertentu. Semakin banyak orang yang memiliki kepentingan dalam mengendalikan suatu kebenaran. Banyak berita bohong (hoax) dimana-mana sehingga membuat kita sulit membedakannya.





Untuk itu, saat informasi datang atau masuk, kita tidak bisa percaya seketika. Tidak semua hal itu baik, tidak semua yang baik itu benar. Sekarang ini si pembuat hoax bukan hanya bertujuan untuk menjelekkan nama atau badan tertentu, namun banyak juga hal-hal baik yang dilebih-lebihkan atau dirubah esensinya sehingga bisa menumbulkan asumsi-asumsi lain yang keliru. Biasanya ini menyangkut hal-hal yang sensitif seperti soal agama, sara, dan lain-lain.

Berikut tips yang biasa aku lakukan saat menerima atau mencari informasi di media sosial sehingga bisa bijak dalam bersosial media dan tidak mudah termakan hoax, yuk disimak:


Jangan Bagikan Informasi Pribadi

Seperti alamat lengkap, nama anggota keluarga lengkap, dan lain-lain. Karena sosial media bisa diakses oleh siapapun, maka ini bisa memancing hal-hal yang tidak kita inginkan.


Perhatikan Etika

Ingat aturan, ingat sopan santun. Jangan pernah berpikir bahwa media sosial  adalah media maya yang tidak bisa mengungkap identitas pelanggar yaa. Karena jejak digital tetap bisa mengetahui siapa yang melakukan apa. Untuk itu hindari berbagi soal informasi kebencian, fitnah, gosip dan adu domba.


Verifikasi informasi

Saat informasi itu datang pastikan dahulu kebenaran sumbernya, bisa dilihat di media-media besar yang kredibilitasnya baik. Bila informasi tersebut dekat dengan kita, maka bisa konfirmasi ke yang bersangkutan dan klarifikasi informasinya.

Salah satu cara agar tidak termakan HOAX khusus untuk topik-topik yang berhubungan dengan kesehatan keluarga, tumbuh kembang si kecil serta nutrisi adalah dengan mencari informasi yang tepat ke Careline SGM di nomor 0804 1 360 360 / melalui email di carelineSGM@sarihusada.co.id.





Yuk jadi netizen yang kritis, tidak mudah mempercayai hoax dan mudah membagikan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Biasakan berpikir dahulu sebelum berpendapat di sosial media, saring before sharing.


Salam senyum :)