Menghadirkan "TEMAN REAL" Dalam Kegiatan Bermain Anak Bersama TEMPRA SYRUP

by - Juni 05, 2017

 

Memiliki anak perempuan yang saat ini memasuki usia 3 tahun merupakan pengalaman pertama untuk aku. Diusia emasnya ini (0-5 tahun) ia sangat ingin tahu banyak hal tentang apa yang di lihat, dengar dan rasakan. sangat penting sekali mendampingi masa pertumbuhannya dengan memberikan pelajaran dan permainan yg sesuai dengan usianya. Sebagai orang tua, merupakan suatu hal yang penting untuk memfasilitasi hal tersebut. Salah satunya adalah dengan membuat  kegiatan bermain anak menjadi hal yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi pelajaran untuk pembentukan karakternya. bukan tidak mungkin karakter tersebut akan dibawa sampai ia besar nanti. Karena Pembentukan karakter anak yang sangat besar pengaruhnya adalah dari keluarga.


Di era digital seperti sekarang ini, merupakan suatu tantangan besar untuk para orang tua untuk tidak memberikan gadget kepada anaknya. Gadget menawarkan banyak hal yang disukai anak-anak, mulai dari tampilan dan warnanya saja sudah sangat menarik, belum lagi didalamnya bisa diisi banyak video dan games-games anak terbaru dan dalam sekejap anak dibuat tenang (anteng) didepan gadget, sehingga kita sebagai orang tua bisa pergi mengerjakan hal lainnya. apalagi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir seperti saya. Banyak hal yang harus dikerjakan dalam satu waktu. Dan gadget sangat cukup membantu menenangkan anak.





Perlu diingat, Gadget tidak mampu menggantikan kehadiran orang tuanya


Tidak boleh disepelekan, pengaruh gadget sangatlah tidak aman untuk anak. Menurut sebuah riset, paparan radiasi dari gadget sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan anak. Radiasi gadget sangat beresiko mengakibatkan gangguan terhadap perkembangan otak dan sistem imun anak. Radiasi juga merusak mata. Selain soal paparan radiasinya, gadget juga membuat anak tidak interaktif, pasif, dan menyebabkan kecanduan. Sayang banget kan mom, waktu anak hanya habis didepan layar. Yuk batasi penggunaan gadget untuk anak kita mulai dari sekarang.

Menurutku, yang terpenting dari sebuah permainan bukan hanya sekedar hiburan untuk anak saja, tetapi unsur edukatif juga harus ada didalamnya. Bentuk permainan bukan hanya terhadap benda, seperti mobil-mobilan, boneka, dll. Kegiatan bermain yang melibatkan interaksi dengan orang tua, teman-temannya, orang lain atau bahkan berinteraksi dengan lingkungan juga tidak kalah menyenangkan loh. Dan semua itu real tanpa terhalang layar monitor.

Kegiatan bermain dengan hal yang nyata/ real (tanpa gadget) tersebut, bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, anak juga bisa belajar untuk berinteraksi dengan orang lain, tumbuhan, hewan dan lingkungan sekitar. Belajar untuk bersosialisasi, belajar untuk menjaga lingkungan, belajar untuk berani melakukan banyak hal, belajar berekspresi dan berekplorasi. Yang terpenting dan sering terlupakan oleh anak-anak di zaman sekarang ini adalah belajar sopan santun, seperti mengajarkan mereka untuk terbiasa mengucapkan kata-kata "terimakasih", "maaf" dan "tolong".

Aku mengajarkan Kyara untuk interaktif sejak dini, sejak Kyara masih dalam kandungan. waktu masih di dalam perut, aku ungkapkan semua yang aku rasakan, harapan-harapan aku kepada dia, lewat bahasa dan doa. saat sudah lahir dan sudah bisa bekomunikasi, Kyara aku latih untuk terbiasa mengungkapkan perasaannya lewat bahasanya. Bercerita tentang apapun yang ia rasakan dan yang ingin ia ungkapkan. Akupun tidak membatasi Kyara untuk berbicara dan berinteraksi dengan siapa saja (tapi tidak lupa untuk tetap dalam pantauan orang terdekat) untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kreatifitasnya dalam berbahasa. Selain itu juga membuatnya terbiasa bercerita soal perasaannya dan memberikan kepercayaannya terhadap orang terdekatnya terlebih dahulu, sebelum kepada orang lain. Ini untuk keamanannya juga, saat kita sedikit lengah, anak tidak dengan mudah percaya dengan orang asing yang membuatnya tidak nyaman.
Terbiasa menghadirkan interaksi dari proses kegiatan bermain anak selain bisa sebagai self defense bagi dirinya, juga akan memancing keluarnya daya imajinasi, kreatifitas dan mengeksplor kelebihan anak tersebut.


Contoh Permainan Interaktif dan Eksploratif

Bermain Bersama Ayah

Selain mencari nafkah, ada peran penting ayah dalam membentuk karakter anak.Dalam sebuah penelitian di tahun 2007, menyatakan bahwa peran asuh ayah terhadap anak membentuk ikatan batin antara ayah dengan anak, membentuk perilaku serta psikologi anak hingga ia dewasa. Sementara anak yang tidak mendapatkan atau merasakan peran ayahnya sejak dini, cenderung memiliki emosi yang tidak stabil dan memiliki banyak masalah dalam pergaulan ketika remaja. Dari penelitian tadi, mengharuskan anak juga harus dekat dengan ayahnya, selain dengan ibunya. Ayah harus terlibat juga dalam kegiatan bermain anak, menjadi “teman real” untuk anaknya.

 

Kebiasaan yang sering dilakukan Kyara dengan ayahnya diantaranya adalah bermain pesawat pesawatan. Caranya adalah dengan menjepit mata kaki anak dengan jari kaki (jempol dan telunjuk) ayah, kemudian diterbangkan. Permainan ini membuat anak sangat ceria dan membuat hubungan emosional keduanya semakin dekat.
Selain itu Kuda-Kudaan. Ayah melakukan posisi merangkak lalu anak naik kepunggungnya. Ayah berperan sebagai kuda dan anak sebagai penunggangnya. Permainan ini melatih daya imaginasi anak.
Berbeda dengan laki-laki (ayah), seorang wanita sudah secara otomatis mengetahui perannya menjadi seorang ibu, dimulai dari saat ia melahirkan. sehingga jika dipadukan dengan baik, peran ibu dan ayah akan membentuk karakter yang baik untuk sang anak.

Bermain Diluar Rumah (outdoor)

Banyak permainan tradisional menarik yang bisa dilakukan diluar ruangan. permainan seru yang melibatkan kegiatan fisik sehingga melatih gerak motorik anak dan juga melatih interaksi antar teman, seperti petak umpat, main karet, petak jongkok, galaksing, bermain sepeda dan masih banyak lagi. Permainan ini bahkan sudah ada sejak aku kecil loh. anak 90an pasti tahu banget. toss!
Tapi kalau untuk anak aku sendiri, dia belum bisa untuk main permainan seperti diatas. Karena masih berusia 3 tahun. Kyara biasanya bermain bola, sepeda dan berlari-larian saat bermain di luar rumah bersama teman sebayanya,

masih muka bantal udah minta naik sepeda


menyapa burung milik tetangga



Mengumpulkan Anak Anak Sebaya Untuk Main Bersama (indoor)

Kyara sering sekali mengajak teman-temannya untuk bermain dirumahnya, Kebetulan daerah rumahku, banyak anak-anak seusia Kyara. Kyara keluarkan mainan-mainannya lalu bermain bersama. Dengan begitu kegiatan bermainnya bisa dengan mudah kami pantau, karna berada di dalam rumah sendiri.






Selain terpantau, kegiatan bermain didalam rumah membuatnya terbiasa untuk saling berbagi dan menghargai saat memakai mainan yang sama secara bersamaan. awalnya pasti ada "adegan berebut" mainan dan membuat salah satu atau banyak anak menangis. berisik, berantakan dan berebut sudah pasti. tapi disitulah mereka belajar untuk bersosialisasi dan berbagi. Mereka juga bisa dibiasakan untuk merapikan mainan mereka setelah selesai bermain.
Karena Kyara perempuan, permainan yang sering mereka lakukan diantaranya masak-masakan, dokter-dokteran, ibu- ibuan. Banyak celotehan-celotehan lucu yang tak terduga yang mereka lontarkan, membuat mamanya betah nungguin anaknya bermain. kadang akupun terlibat, misalnya jadi pasien dan Kyara jadi dokternya. ya nasipnya pasien di suntik-suntik gitu deh. hhiii

Bernyanyi



Bernyanyi bisa membuat anak ceria seketika.  Aku suka terapkan kepada Kyara. Jika ia kelihatan suntuk dan jenuh, aku nyanyikan lagu "Kalau kau senang hati", pasti Kyara langsung ikut tepuk tangan, dan ikut bernyanyi. lagu "Finger Song" juga favorit Kyara. Silahkan dicoba deh mom dirumah.☺

Berenang

Selain jenis olahraga, berenang juga termasuk permainan yang disenangi anak-anak. Bermain air sekaligus memberikan stimulasi motorik anak dengan berolahraga renang. Dengan gerakan tubuhnya saat di air akan membantu menguatkan ototnya dan akan merangsang saraf-saraf pada tubuhnya meskipun gerakan anak dalam berenang belum sempurna.Berenang juga dapat melatih rasa percaya diri dan keberanian anak.




Melihat kolam renang yang luas akan membuat anak untuk tertarik menjelajahinya sehingga akan melatih anak untuk percaya diri serta berani. Anak akan mencoba aneka permainan yang tersedia di dalam kolam renang. Hal ini juga akan membuat ikatan emosi lebih dekat apabila kita ikut mendampingi anak.



Dengan berenang akan melatih kemampuan sosial anak. Ketika bersama-sama di kolam renang umum membuat anak untuk bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan teman yang lain. Oleh karena itu berikan kesempatan pada anak untuk berbincang dengan teman barunya di kolam renang, tetapi jangan lupa untuk tetap dalam pengawasan.


Bermain Di Taman/ Tempat Permainan Umum

Saat ini banyak tempat umum yang menyediakan ruang khusus untuk bermain anak, seperti di taman, di restoran, di mall, dan tempat hiburan. Disana ia akan bertemu dengan beragam karakter anak-anak lain dari berbagai kalangan. Anak akan belajar bersosialisasi disini. selain itu, anak belajar untuk berani melakukan hal baru, percaya diri dan aktif.


berani naik kuda sendiri di tempat hiburan anak


bermain jungkat jungkit di Taman

Seperti yang terlihat dalam video dibawah ini, saya sempat abadikan saat Kyara bermain bersama-sama dengan orang-orang baru di salah satu pusat perbelanjaan. Dia terlihat sabar menunggu gilirannya/ bergantian dengan teman-temannya saat melakukan permainan yang sama. Dan keberaniannya untuk melakukan hal tersebut sendiri (tanpa saya pegangi) diusianya yang baru 3 tahun patut diapresiasi. Pemberian apresiasi yang tidak berlebihan, seperti menyemangati atau memberi tepuk tangan, dapat membangkitkan percaya dirinya lagi untuk selalu berbuat lebih baik. 
Di tempat ramai anak-anak seperti itu juga memancing interaksi antar mereka, dengan bahasa khas anak-anak pastinya.




Bermain Dengan Alam

Mengenal alam penting untuk anak. memberi mereka ruang yang berbeda sebagai tempat mereka berekspresi. sempatkan sesekali mengajak mereka ke alam terbuka. Seperti mengajaknya untuk ke pantai. Merasakan butiran pasir dan deburan ombak. Membuat pasir menjadi berbagai bentuk.

mencetak pasir menjadi berbagai bentuk




Tips Agar Anak Aman Saat Bermain:
  • Tetap berada dalam pengawasan orang tua (ayah, ibu, kakek, nenek, baby sitter, atau siapapun orang yang kita percaya)
  • Pastikan anak memakai pakaian dan alas kaki yang tepat, sehingga bisa nyaman dan aman dipakai. Hal ini untuk menghindari anak terjatuh atau terserimpet baju atau alas kaki mereka sendiri saat asik bermain atau bahkan membahayakan anak lainnya.
  • Pastikan teman- temannya tidak sedang dalam penyakit menular seperti cacar, batuk, pilek.
  • Pastikan tempat bermain tersebut aman untuk anak seusia mereka
  • Awasi anak - anak lain yg mendekati anak kita. Karna sosialisasi anak-anak belum seperti orang dewasa. Mereka bisa melakukan kontak fisik yang secara sengaja ataupun tidak bisa membahayakan anak kita, seperti mendorong atau menginjak yang mengakibatkan anak bertengkar dan menangis.
  • Menyiapkan air minum, makanan atau cemilan kesukaannya. Perut kenyang mempengaruhi mood anak saat bermain loh.
  • Lihat kondisi anak. Jika ia sudah terlihat capek atau mengantuk sangking capeknya, lebih baik disudahi, untuk dilanjutkan lain waktu. Karna bermain merupakan hal yg sangat mereka sukai, sehingga kadang ia tidak memperdulikan kondisinya sendiri. Jika kita tidak peka untuk hal ini, bisa menimbulkan dia terjatuh atau sakit karna kecapean.
  • Bawa Persediaan Obat. Usia bayi-balita merupakan masa sensitif manusia. Orang tua harus peka soal kesehatan anaknya. Terutama soal suhu tubuh. Kita harus selalu pantau suhu tubuh anak. Demam bukanlah jenis penyakit, tetapi demam merupakan sumber dari penyakit lainnya. Demam biasanya disebabkan kelelahan, infeksi virus, alergi atau infeksi penyakit yang lain.



Sebagai orang tua kita tidak bisa prediksikan kondisi anak selalu sehat dan fit. Untuk itu, jika berpergian keluar rumah, aku pastikan Tempra Syrup untuk selalu ada di dalam tas keperluan Kyara. Saat bayi, Kyara menggunakan Tempra Paracetamol Drop untuk usia 0-1 tahun.  Tempra Syrup (untuk usia 1-6 tahun) mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan pereda rasa sakit. Tempra Syrup mampu meredakan demam, rasa sakit dan nyeri ringan, sakit  kepala dan sakit gigi ataupun demam setelah imunisasi.


Demam yang disebabkan infeksi kuman penyakit sebenarnya merupakan mekanisme tubuh untuk bertahan dalam menghadapi masuknya benda asing atau kuman penyakit (virus, bakteri atau parasit) ke dalam tubuh. Pada bayi dan anak-anak, demam biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Cirinya antara lain terjadi kenaikan suhu secara tiba-tiba. Biasanya disebabkan oleh masuknya virus. Demam sangat mempengaruhi gerak anak. Oleh karena itu, demam anak harus cepat diatasi oleh ahlinya, agar anak bisa kembali aktif dan ceria. Jadi aku harus selalu sedia Tempra Syrup di kotak obat Kyara buat jaga-jaga. mommy juga yaa..
Anak nyaman dan aman berkat badan yang sehat dan permainan yang tepat..


So, tunggu apa lagi? taruh gadgetmu dan biarkan anak untuk mengeksplorasi kemampuannya dengan aman, aktif dan interaktif.




Untuk mommy-mommy yang punya ide permainan lain yang lebih seru dan menarik boleh share di kolom coment ya.. buat pembelajaran kita bersama. saran dan kritik yang membangun juga sangat saya butuhkan.





Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.


You May Also Like

29 komentar

  1. Bner bgt mom anak jaman sekarang udh bnyk yg kecanduan gadget.
    Bnyk belajar dri artikel d atas neh. Oiaaa sya juga selalu sedia tempra sebagai P3K buah hati sya. ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih yaa, alhamdulillah jika bisa bermanfaat.
      toss!sama dong mom, harus siap Tempra selalu buat jaga-jaga jika dibutuhkan. :)

      Hapus
  2. Waah, setuju bangeeeet. Anakku Alfath juga sebisa mungkin tidak dibiasakan "kecanduan" bermain dengan gadget, sesekali aja dan itu pun dibawah pengawasanku dan Suami. Zaman sekarang susah dipungkiri bahwa gadget adalah media orang bisa mendapatkan apa yang diperlukan, semakin terbiasa, semakin merasa kurang butuh dengan pertolongan orang sekitar.

    Seru bgt Kyara mainnya, pantesan aja interaktif anaknya, gemeessss.
    TFS ya Mom, tulisannya bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget mbak Hani, kita gak mau kan anak kita jadi pasif dan punya dunia sendiri karna gadget. makin pinter ya buat Alfath.
      makasih yaa, alhamdulillah jika bermanfaat. :)

      Hapus
  3. Baguss bangeeet nih Bund, jarang bgt di zaman sekarang anak yang masih bisa dikontrol dari menggunakan gadget, meskipun aku belom punya anak tapi keponakanku udah 3 dan semua nya dekat (maunya sama aku terussss). Otomatis dalam kondisi sakit terkadang aku turut ambil andil untuk merawatnya.
    Jd ini perlu bgt nih infonya klo kalo khilaf lagi jagain ponakan dan kasih dia terlalu banyak gadget.

    Thanks Bund, semoga nanti klo aku udah punya anak bisa juga aku terapkan di anak aku.

    Once again Thanks Bunda Nia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mba Yustien, alhamdulillah jika bermanfaat.
      semoga bisa diaplikasikan ke anaknya kelak yaa, salam buat keponakannya.. :)

      Hapus
  4. Setuju bangeett Mom,, bermanfaat banget nih infonya buat persiapan aku ngedidik anakku nanti supaya ga kecanduan gadget.. Dan dialihin ke kegiatan-kegiatan seru seperti yang Mom terapkan ke Kyara..

    TFS Mom :)

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah jika bermanfaat.
    Makasih ya mom. Semoga ddnya jd aktif dan interaktif jg sama kaya Kyara. :)

    BalasHapus
  6. Wah.. jadi banyak info setelah saya baca artikelnya. Makasih udah share!

    BalasHapus
  7. Kyara mulai diajak berenang dari usia berapa bun? Anakku bulan lalu tak ajak berenang di sungai trus pilek deh. Salah ibunya juga sih ngajaknya sore2an.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo kenal sama air si dr 3 bulan. Tapi klo renang di kolam beneran baru pas 1,5 taunan, dia sempet takut, tapi sekarang udah berani,malah g mw udahan.
      Kondisinya memang lagi ga fit kali mom?trus kelamaan main air,jd kecapean trus flu deh. Smga cepet smbuh ya buat ddnya..biar bisa main air lg dan aktif lg.. :)

      Hapus
  8. NICE INFO. GREAT!

    BalasHapus
  9. Hallo adik2, lucu yah mereka, yg terpenting jaga aja sikecil sewaktu beraktifitas, jgn sampai terlepas dri pantauan org tua nya,,, kuy terus deh buat si kecil moga makin tumbuh sebagai anak yg pintar dan berguna bagi bangsa dan negara,,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! memang sepatutnya anak-anak tetap harus dalam pantauan serta biasakan anak untuk menceritakan hal yang dialami dengan orang terdekat dahulu yaa.. amin ya allah. terimakasih mas Wili.. :)

      Hapus
  10. Sangat bagus info nya Ini sangat menginspirasi saya untuk mengurus anak sangat berguna untuk tumbuh kembang anak ,
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah terimakasih mas Tomy.. semangat mengurus anak yaa.. :)

      Hapus
  11. setuju! anakku juga aku arahkan untuk lebih main di luar rumah, supaya tidak nonton tv dan gadget terus..

    TFS yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba Winda, biar aktif terus yaa.. makasih! :)

      Hapus
  12. demam anak memang bikin kita panik banget ya. makanya aku juga selalu stok tempra dirumah.

    BalasHapus
  13. anakku juga suka berenang. anak yang suka berenang biasanya memang lebih berani dan percaya diri. Lucu deh Kyara! sehat terus ya Kyara..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mba Ririn, sehat terus juga ya buat anaknya! :)

      Hapus
  14. anakku susah banget lepas dari gadget, sudah agak kecanduan nih. padahal baru 4 tahun.hiks! tapi mulai aku kurangin nih durasinya, dan sering aku ajak bermain sama anak sebayanya, karna baca blog ini nih. makasih yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh.. senangnya bisa bermanfaat, semoga berhasil ya mba Putri.. setuju!kurangi durasinya sedikit demi sedikit, insyallah bisa.. :)

      Hapus
  15. Gadget tidak mampu menggantikan kehadiran orang tua. Wah keren Mom :)

    BalasHapus
  16. kyaraa, pinter banget udah bisa belajar antri :)

    BalasHapus