Kamis, 27 Agustus 2020

Bijak Bersosmed, Yuk!



Saat ini sosial media memiliki peran yang sangat penting. seperti dua mata pisau yang mampu membawa banyak manfaat sekaligus mampu merugikan juga. Sosial media yang awalnya hanya berfungsi sebagai penyambung jarak untuk yang jauh agar bisa terasa dekat, berkembang menjadi banyak manfaat dan dampak negatifnya pula.

Sebagai mombassador SGM Eksplor kami juga menggunakan sosial media untuk membagikan informasi mengenai kesehatan keluarga, nutrisi, tumbuh kembang anak dan ilmu-ilmu parenting lainnya untuk membentuk Anak Generasi Maju. Selain itu, Sosial media banyak digunakan untuk keluar masuknya berbagai informasi, penunjang para pekerja yang memberlakukan Work From Home (WFH) dan juga sebagai sarana dalam kegiatan belajar School From Home (SFH).  





Dahulu buku, Koran dan Televisi menjadi sumber informasi utama, sehingga tingkat kebenarannya bisa di buktikan dengan nyata melalui bukti-bukti kongkritnya. Berbeda dengan saat ini, dimana informasi sangat banyak sekali sumbernya. Karena perkembangan sosial media yang semakin maju, semua orang bisa menjadi pembawa pesan melalui sosial medianya masing-masing. Semua bisa menjadi juru berita di platformnya masing-masing.

Penting untuk kita behati-hati dalam mencari dan meneriman informasi, gambar atau issue tertentu. Semakin banyak orang yang memiliki kepentingan dalam mengendalikan suatu kebenaran. Banyak berita bohong (hoax) dimana-mana sehingga membuat kita sulit membedakannya.





Untuk itu, saat informasi datang atau masuk, kita tidak bisa percaya seketika. Tidak semua hal itu baik, tidak semua yang baik itu benar. Sekarang ini si pembuat hoax bukan hanya bertujuan untuk menjelekkan nama atau badan tertentu, namun banyak juga hal-hal baik yang dilebih-lebihkan atau dirubah esensinya sehingga bisa menumbulkan asumsi-asumsi lain yang keliru. Biasanya ini menyangkut hal-hal yang sensitif seperti soal agama, sara, dan lain-lain.

Berikut tips yang biasa aku lakukan saat menerima atau mencari informasi di media sosial sehingga bisa bijak dalam bersosial media dan tidak mudah termakan hoax, yuk disimak:


Jangan Bagikan Informasi Pribadi

Seperti alamat lengkap, nama anggota keluarga lengkap, dan lain-lain. Karena sosial media bisa diakses oleh siapapun, maka ini bisa memancing hal-hal yang tidak kita inginkan.


Perhatikan Etika

Ingat aturan, ingat sopan santun. Jangan pernah berpikir bahwa media sosial  adalah media maya yang tidak bisa mengungkap identitas pelanggar yaa. Karena jejak digital tetap bisa mengetahui siapa yang melakukan apa. Untuk itu hindari berbagi soal informasi kebencian, fitnah, gosip dan adu domba.


Verifikasi informasi

Saat informasi itu datang pastikan dahulu kebenaran sumbernya, bisa dilihat di media-media besar yang kredibilitasnya baik. Bila informasi tersebut dekat dengan kita, maka bisa konfirmasi ke yang bersangkutan dan klarifikasi informasinya.

Salah satu cara agar tidak termakan HOAX khusus untuk topik-topik yang berhubungan dengan kesehatan keluarga, tumbuh kembang si kecil serta nutrisi adalah dengan mencari informasi yang tepat ke Careline SGM di nomor 0804 1 360 360 / melalui email di carelineSGM@sarihusada.co.id.





Yuk jadi netizen yang kritis, tidak mudah mempercayai hoax dan mudah membagikan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Biasakan berpikir dahulu sebelum berpendapat di sosial media, saring before sharing.


Salam senyum :)

Rabu, 12 Agustus 2020

Membangun Minat Baca Anak

MEMBANGUN MINAT BACA ANAK


Membangun minat baca anak di era digital seperti sekarang ini bukan hal yang mudah ya. Mereka lebih banyak disuguhkan gambar dan suara di setiap kegiatannya. Tontonan, permainan dan bahkan pelajaran mereka di sekolah lebih banyak menggunakan audio, visual ataupun video. Apalagi saat masa pandemik seperti sekarang ini yang proses belajar mengajarnya menggunakan sistem online.

Buku bukan lagi menjadi bahan pokok seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dengan begitu semakin sedikit kesempatan anak tertarik untuk membaca.

Membaca dapat memancing rasa ingin tahu dan daya imajinasi anak. Membaca juga mampu membuat kita kreatif dan tentunya menambah ilmu pengetahuan. Yang aku rasakan sendiri nih, jika kita banyak tahu akan suatu hal, rasa pecaya diri kita juga otomatis meningkat saat berbicara ataupun bertindak.

Kamu tahu tidak, dalam World’s Most Literate Nations (WMLN) minat baca Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara. Prestasi yang memprihatinkan ya. Dan menurut UNESCO hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang memiliki minat baca. Tragis!

 

Aku tertarik deh dengan Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia yang berbagi tips bagaimana menumbuhkan minat baca pada anak melalui wawancaranya dengan salah satu media. Orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam membangun minat baca anak.

Semua orang tua pasti melakukan banyak hal agar anaknya bisa cepat mengeja (belajar membaca), namun setelah anak sudah lancar membaca, banyak orang tua sudah puas dan menganggap tanggung jawab mereka untuk menjadikan anak bisa membaca sudah cukup sampai situ saja. Padahal sebenarnya bisa membaca dan suka membaca itu merupakan 2 hal yang berbeda.

Untuk anak menjadi suka membaca perlu adanya pelatihan dan juga pembiasaan. Menurut Najwa Shihab, membaca adalah keterampilan yang harus terus dilatih. Sama halnya seperti atlet maraton. Ia harus sering berlatih lari agar bisa berlari dengan baik dan kuat. Membacapun demikian, harus sering dilakukan agar terbiasa dan tidak lagi menjadi beban.

Idealnya anak sudah dikenalkan dengan buku bahkan sebelum anak itu lahir. Saat masih mengandung, ibu bisa membacakan buku secara rutin. Sampai anak tumbuh dan belajar membaca sendiri, kemudian diperkenalkan buku-buku cerita dengan gambar dan warna yang menarik. Ini dapat memancing rasa ingin tahu mereka terhadap cerita pada buku tersebut.

Saat anak sudah lancar membaca, kita bisa mulai untuk membiasakan mereka menyisihkan waktu minimal 20 menit dalam sehari untuk membaca buku. Jenis buku bisa disesuaikan dengan ketertarikan anak. Hanya 20 menit dari 24 jam masa kita tidak bisa sempatkan ya? Awalnya pasti sulit, apalagi jika anak dirasa terlambat diperkenalkan dengan buku. Namun jika sudah mulai dilaksanakan dengan konsisten setiap harinya, maka lama kelamaan anak akan haus akan ilmunya. Dan ini akan menjadi kebutuhannya.


Setelah itu kita bisa berikan dia target yang masuk akal. Contohnya kita bisa targetkan si anak untuk menyelesaikan berapa lembar setiap harinya, sehingga anak terpacu untuk menyelesaikannya. Lalu ibu bisa mereview atau menanyakan apa yang anak dapatkan dari buku yang dia baca.

Membiasakan membaca dimanapun dan kapanpun. Saat senggang, saat sedang menunggu atau kapanpun. Sempatkan dan luangkan waktu unuk membaca. Bisa selipkan buku kesukaannya di tas anak saat mereka bepergian.

Saat ini banyak anak yang sudah dibekali telephone genggam, padahal masih di usia Sekolah Dasar. Anak yang sudah dibekali HP akan terbiasanya bermain game ataupun menonton tayangan yang mungkin bisa saja tidak sesuai dengan usianya karena dunia internet sangatlah luas dan bebas.

Kalau aku lebih memilih untuk membelikannya buku dari pada HP. Karena selain pengaruh buruk terhadap mata dan bisa terpapar radiasi, anak juga dikhawatirkan bisa dengan mudah mengakses hal-hal yang semestinya belum dia konsmsi karena otaknya belum terbentuk dengan sempurna, sehingga menimbulkan efek candu dan addict terhadap hal tersebut. Soal kekerasan dan pornografi contohnya. Apa kamu yakin bisa pantau 24 jam apa saja yang mereka akses dari telphone pintar yang kamu berikan itu?

Ikut serta

Ini bagian tersulit dari semuanya. Karena memerintah akan sangat lebih mudah dibandingkan mencontohkan dan ikut serta atas apa yang kita perintahkan. Jujur akupun bukan seorang yang hobi sekali membaca, namun aku sangat ingin anakku haus akan ilmu pengetahuan yang tidak terbatas itu dengan membaca.

Sekarang aku mencoba untuk membiasakan membaca juga, apalagi didepan mereka. Mengurangi memegang telephone genggam juga di depan mereka. Iya benar ini sangat tidak mudah, karena pekerjaanku menuntutku untuk sering menggunakan HP. Tapi aku coba semampuku untuk lakukan itu.

Kesimpulan

Membangun minat baca anak tidak boleh menjadi hal yang mustahil. Butuh ketekunan dan konsistensi keluarga untuk membangun ini menjadi sebuah rutinitas anak sedini mungkin. Tidak ada kata terlambat dan mulai dari saat ini. Membudayakan membaca pada anak dan juga untuk kita sendiri. Mengurangi kegiatan stalking di media sosial untuk berinfestasi ilmu dengan membaca buku akan lebih bermanfaat pastinya. Membacalah apapun, kapanpun dan dimanapun kamu mau. Sesering mungkin, sebanyak mungkin. Ilmu tidak terbatas untuk kita ketahui dan dalami.

Jika hal-hal tersebut diatas dilakukan dengan baik dan konsisten, maka membaca menjadi kebutuhan untuk mereka. Mereka akan selalu haus akan ilmu dan terus meng-update apa yang ingin mereka ketahui dengan membaca.

Semoga bermanfaat.


Salam Senyum :)