Kamis, 29 Oktober 2020

New Normal New Habit

Sebagai Mombassador SGM Eksplor, mengantarkan si kecil menjadi anak generasi maju haruslah dengan memberikan stimulasi yang terus menerus secara bertahap dan tentunya dengan konsisten.


Memang banyak keterbatasan yang terjadi di 7 bulan terakhir ini. Kita tidak bisa seleluasa dulu untuk mengajak si kecil melihat dunia luar, bermain, bersosialisasi dan melakukan aktivitas seru di luar rumah. Banyak aktivitas yang harus disesuaikan di era new normal seperti ini. 

Awalnya akupun melarang anakku keluar rumah, semua dilakukan di dalam rumah, nyatanya ini membuatnya bosan dan malah membuatnya tidak aktif seperti sebelumnya.


Pelarian mereka selama di rumah adalah televisi dan gadget. Walaupun terkadang aku sering mengajak dan membuatkan mereka permainan seru di dalam  rumah, nyatanya mereka butuh interaksi dengan orang lain.


Untuk itu aku ingin berbagi tips nih, agar si kecil tetap aman beraktivitas di luar rumah. Check this out.


Sosialisasikan New Normal Kepada si Kecil

Mereka harus tahu terlebih dahulu, kenapa mereka tidak bisa sebebas dulu, kenapa kita harus sering bersih-bersih, kenapa harus pakai masker dan berbagai pertanyaan yang ada dikepala mereka. Dijelaskan dengan sederhana, dengan bahasa yang mudah dipahami. 

Dengan mengetahui dan mengerti, mereka akan lebih memiliki kesadaran untuk melakukan kebiasaan baru ini.


Memperkenalkan dan Membiasakan Melakukan 3 M



Agak sulit memperkenalkan hal ini ke anak kecil, tapi jangan pikir mereka tidak butuh perlindungan kan. Jadi coba perlahan dengan membuat mereka menyukai kebiasaan baru yang harus dilakukan ini.

membiasakan mereka mencuci tangan menggunakan sabun contohnya, bisa kita siapkan handsanitizer khusus untuk mereka, agar mereka senang membersihkan tangannya.

Siapkan masker kain dengan bahan yang nyaman untuk anak dan dengan motif yang mereka sukai. Si kecil akan nyaman, senang dan betah deh memakainya.

Jaga jarang dengan orang lain. Mereka bisa diperbolehkan untuk berinteraksi dengan orang lain, namun ingatkan untuk tidak perlu melakukan sentuhan dan jaga jarak saat berbincang.

Membawa Perlengkapan Yang Di Butuhkan 

Saat ingin bepergian, sebisa mungkin biasakan membawa alat makan sendiri, agar mereka tidak meminjam atau menggunakan barang milik temannya ataupun milik orang lain.

Pilih tempat umum yang tidak terlalu ramai

Kita bisa survei terlebih dahulu untuk melihat kapan tempat tersebut aman untuk kita bawa mereka kesana. Jangan bawa saat sedang ramai-ramainya. Contohnya ke Taman, jika di taman tersebut sangat ramai di sore hari, carilah waktu lain yang tepat, pagi hari misalnya. Sambil bisa berjemur dan berolah raga.



Dilarang memegang wajah saat tangan tidak bersih

Ini yang sering dilakukan anak-anak. Untuk itu biasakan mereka untuk tidak mudah memegang wajahnya walaupun di dalam rumah, agar mereka terbiasa dimanapun berada.



Nutrisi 



Perhatikan asupan nutrisi mereka. Biasakan mengkonsumsi makanan yang berimbang jangan lupa sayuran, buah-buahan dan susu. Ini baik untuk menjaga imunitas mereka.

Jika nutrisinya sudah dirasa kurang cukup, mengkonsumsi vitamin bisa membantu. Tapi ingat bahwa vitamin tidak bisa dikonsumsi jangka panjang. Lebih baik penuhi nutrisi alaminya saja.

Dalam pengawasan

Meskipun sudah mengetahui dan mengerti, namun namanya anak-anak, terkadang mereka masih harus diingatkan untuk kebersihan mereka sendiri. Seperti kebiasaan mereka memegang wajah dan mulut saat tangannya kotor.


Dengan memberikan mereka kesadaran akan pentingnya kebersihan diri, mengetahui bahaya yang bisa mengancam kesehatan dan mencontohkan hal yang mesti dilakuan, akan menjadikan si kecil lebih ringan dalam menjalani new normal ini.  Sehingga orang tua bisa tetap memberikan stimulasi agar si kecil tetap aktif dan sehat ditengah pandemi seperti ini.

Senin, 19 Oktober 2020

Bermain Bersama Bunda ala Mombassador SGM Eksplor



Bulan ini Keana anak keduaku memasuki usia 1, 5 tahun. Alhamdulillah, Ada saja tingkah lucunya setiap hari. Dia sedang suka sekali meniru gerakan dan ucapan orang-orang sekitar. Kita yang berada didekatnya harus ekstra hati-hati nih, supaya Keana tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai usianya dan membahayakan dirinya.

Anak-anak pasti senang menghabiskan sebagian besar waktu dalam hidupnya untuk bermain, menjelajahi hal-hal baru setiap harinya. Namun kita sebagai orang tua tentunya ingin permainan mereka tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membawa efek baik yang bisa menambah kemampuan berpikirnya menjadi Anak Generasi Maju.

Untuk mengembangkan kemampuan dasarnya, anak mestinya di stimulasi dengan aktivitas yang sesuai sehingga ia mampu mengasah 5 potensi prestasinya yaitu berpikir kreatif, bantu tumbuh kembang, percaya diri, mandiri serta supel sejak dini.

Pada anak usia 1-3 tahun, aktivitas yang diberikan harus dibuat semenyenangkan mungkin. Ini adalah masa golden age dimana otak si kecil berkembang sangat cepat. Untuk itu perlu stimulasi tepat berupa nutrisi dan aktivitas yang dapat membuat perkembangan otaknya ideal.

Mereka yang ada diusia ini sedang senang sekali bereksplorasi dengan lingkungannya untuk melatih motorik kasar dan mengembangkan koordinasi gerakan dan keseimbangannya. Di fase ini juga tepat sekali untuk mengenalkan rasa tanggung jawab sejak dini dan membiasakannya melakukan berbagai aktivitas sendiri untuk membantunya belajar mandiri.

Sedihnya saat pandemi seperti ini, Keana jadi tidak bisa leluasa mengeksplor dunia luar. Karena keterbatasan kita untuk melakukan berbagai kegiatan di luar rumah. Karena pandemi ini sudah cukup lama, aku sudah mulai kehabisan ide nih untuk buat aktvitas seru bersama si kecil di rumah.

Website Generasi Maju – Bermain Bersama Bunda

Bunda sudah tidak perlu bingung lagi nih, karena website generasi maju dari SGM Eksplor mengerti kegelisahan kita nih. Website ini memberikan berbagai pilihan aktivitas seru yang bisa dilakukan si kecil bersama bunda. Kegiatan ini juga menjadi sarana bermain sambil belajar si kecil bersama bunda sekaligus mampu mengasah 5 Potensi prestasi mereka.



Untuk mendapatkan banyak inspirasi permainan, bunda cukup klik disini lalu pilih Bermain Sambil Belajar dan sesuaikan usianya dengan si kecil deh. Aktivitas ini bisa dilakukan dengan mudah di rumah dan dengan menggunakan barang sederhana yang ada di rumah saja loh. Yang menarik lagi, hal ini dituangkan dalam bentuk video, sehingga lebih menarik dan mudah diikuti.

Kali ini, aku dan Keana menonton salah satu video dari Bermain Bersama Bunda dan menginspirasi kami untuk mengenal anggota tubuh. Keana happy banget dan mau mengikuti instruksi dengan baik. Ia juga jadi lebih mudah mengenal anggota badannya dengan menggambar.

 


 

Alat yang digunakan:

  • Kertas kosong
  • Spidol warna
  • Buku bergambar anggota tubuh

Caranya:

  • Kenalkan nama – nama anggota tubuh yang ada pada gambar, lalu minta si kecil menunjukkan anggota tubuh yang bunda minta
  • Setelah itu minta si kecil meletakkan tangannya dikertas, kemudian gambarlah tangannya dengan spidol
  • Agar lebih menarik, gambar tangan bisa di warnai
  • Lakukan hal yang sama kepada telapak kaki si kecil

Manfaat dari permainan ini:

  • Mengenalkan nama- nama anggota tubuh
  • Melatih daya ingat
  • Melatih koordinasi antara mata dan tangannya

Selain Mengenal anggota tubuh, masih banyak sekali pilihan permainan disana. Bunda bisa kunjungi website Generasi Maju – Bermain Bersama Bunda untuk tahu kegiatan menarik lainnya. Dan jangan lupa follow akun instagram @akuanaksgm dan Facebook Aku Anak SGM supaya tidak ketinggalan info dan konten menarik seputar tumbuh kembang dan nutrisi untuk si kecil.

Yuk manfatkan waktu kita bersama si kecil dengan melakukan kegiatan seru sambil memberikan stimulasi positif dan kenangan manis untuk kehidupannya.


Salam Senyum :)

Minggu, 04 Oktober 2020

Edukasi Protokol Kesehatan Zaman Now


Perkembangan kasus covid 19 di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Meskipun covid sudah hampir 7 bulan lamanya menyita perhatian semua orang, namun kurva pasien yang positif terus meningkat. Apa yang salah disini? Apakah penanganan pemerintah belum sesuai, atau memang kita sebagai masyarakatnya yang masih abai?

Rabu, 30 September kemarin saya mengikuti seminar online bersama teman – teman blogger yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan Pembicara bapak Dr. Riskiyana sebagai Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI. Tema yang diangkat adalah “Edukasi Protokol Kesehatan Zaman Now”.




Tujuan diadakan seminar ini adalah untuk menyadarkan bahwa virus ini nyata dan berbahaya sehingga penting untuk mengedukasi kembali protokol kesehatan agar pandemi ini cepat selesai.

Banyak orang bilang, “duh.. kapan ya pandemi ini selesai?” Atau mengeluh “kapan ya bisa ke mall?”, “kapan gue bisa liburan lagi nih kalau PSBB terus?”, dan masih banyk keluhan lainnya. Namun apakah sudah sesuai dengan usaha yang mereka lakukan untuk memutus penularan Covd 19.

Menurut hasil survei kepatuhan masyarakat dari Balitbangkes Kemenkes, sebanyak 68% masyarakat percaya pemerintah dapat menangani Covid 19 dan 91% masyarakat percaya tenaga kesehatan mampu menangani Covid 19.

Sekuat apapun aturan pemerintah dan seberapa hebatnya penanganan tenaga kesehatan tidak akan pernah cukup jika kesadaran kita masih sangat rendah dan abai dalam menjalankan protokol kesehatan.

Mengapa belum semua menerapkan protokol kesehatan?

Ada 2 faktor menurut Psikolog Dr. Rose mini yang biasa dipanggil bunda Romi, yaitu faktor Internal seperti Kurangnya moral vietue dan kesalahan proses belajar. Dan juga faktor Eksternal yang meliputi aturan yang tidak baku, ketiadaan contoh dan konsekuensi yang tidak ketat.

Virus ini merupakan ancaman yang tidak terlihat. Obat dan vaksin yang dapat mengendalikan vrus ini juga belum ditemukan. Untuk itu protokol kesehatan harus benar-benar dipahami dan dijalankan. Bukan dengan paksaan namun dijadikan suatu kebiasaan.




Yuk Adaptasi kebiasaan baru dengan 3 M berikut ini:

  • Mencuci tangan

Karena tangan adalah anggota tubuh yang paling sering kita gunakan untuk berhubungan dengan banyak hal, maka penting untuk menjaga kebersihannya.

Cuci tangan saat sebelum dan sesudah melakukan sesuatu. Banyak virus bertebaran di mana - mana diberbagai benda atau orang yang kita pegang. Jangan sampai tangan menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum kamu mencucinya. 

Mencuci tangan harus menggunakan sabun, minimal 20 detik setiap kali cuci. Dengan mencuci tangan, kita bukan hanya melindungi diri dan keluarga namun juga melindungi orang lain. Karena meskipun kita terasa baik-baik saja, bisa saja kita termasuk OTG (Orang Tanpa Gejala) yang terlihat sehat, namun bisa menularkan virus ini ke orang lain.


  • Memakai Masker

Dengan menggunakan masker yang tepat, kita bisa mencegah keluar masuknya droplet (cairan dari mulut) yang bisa menjadi media penularan virus. Ada banyak tipe masker yang bisa dipilih, seperti masker N95, masker medik dan masker kain 3 lapis. 

Karena ukuran virus yang sangat kecil maka tidak disarankan untuk memakai masker scuba atau masker kain lainnya yang hanya terdiri dari 1 lapisan. Pakailah masker dengan benar saat keluar rumah dan tidak lupa untuk menggantinya secara berkala.


  • Menjaga jarak

Ini sangat efektif menghindari droplet terbang lalu hinggap ke atau dari kita. Namun hanya sekitar 35-40 % masyarakat yang patuh dengan jaga jarak. Hindari kerumunan dan tempat-tempat ramai. Untuk itu sangat disarankan untuk tetap berada dirumah jika tidak ada hal mendesak untuk keluar rumah. 

Dengan mengetahui bahaya, cara penularan dan cara menghindarinya, maka akan lebih ringan dalam menjalankan protokol kesehatan menjadikan dan menjadikannya sebagai kemudahan. 

Menurut Dr. Riskiyana, virus ini sebenarnya sangat lemah karena bisa sangat mudah hancur walaupun dengan sabun paling murah sekalipun. Namun, karena bentuknya yang sangat kecil membuat virus ini bukan hanya berupa droplet, namun juga bisa melayang dan terbang bersama udara.

Mulailah dari lingkup keluarga dahulu, untuk ubah perilaku sebagai pencegahan penularan covid 19.

Perilaku saat di Luar Rumah

  • Pakai masker
  • Membawa handsanitaizer
  • Jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain
  • Jangan menyentuh area wajah sebelum cuci tangan dengan sabun

Perilaku Saat Di Dalam Rumah

  • Kurangi interaksi dengan tamu dan orang luar
  • Rajin ganti dan cuci masker setelah bepergian
  • Rutin membersihkan rumah dan benda-benda yang ada dengan disinfektan
  • Berjemur setiap pagi jam 10 selama 15 menit
  • Cuci tangan dengan sabun sesering mungkin dengan air mengalir terutama setelah pegang uang, sebelum makan, setelah memegang benda-benda diluar rumah
  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi gizi seimbang
  • Aktif bergerak dan tetap produktif di Rumah
  • Buat suasana dirumah nyaman agar tidak stres

Perilaku Saat Masuk Rumah

  • Hindari menyentuh apapun dan siapapun untuk langsung mencuci tangan, mandi dan berganti pakaian
  • Segera cuci masker dan pakaian bekas pakai dengan sabun
  • bersihkan barang-barang yang dibawa dari luar dengan disinfektan
  • Setelah yakin sudah bersih barulah bisa berinteraksi dengan keluarga


Hasil survei sosial demografi Dampak Covid 19, BPS 2020, didapat bahwa perempuan lebih mengetahui dan menerapkan physical distancing dibandingkan laki-laki. Sehingga diharapkan para ibu, maupun perempuan lainnya mampu mensosialisasikan hal tersebut kepada minimal keluarganya. Keluarga adalah satuan masyarakat terkecil. Disiplin dalam keluarga dan disiplin di masyarakat akan menjadi garda terdepan pencegahan Covid 19. 




Mari adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan Protokol kesehatan ini dengan benar, dilakukan bersama-sama dan konsisten dengan begitu akan terciptalah perlindungan kesehatan individu, perlindungan kesehatan masyarakat, lebih bersih, lebih sehat dan lebih taat. Sehingga masyarakat bisa hidup produktif dan aman dari Covid 19.

Ingat ya, virus ini memang ada, berarti kita juga harus optimis untuk bisa meniadakannya kembali.


Salam Senyum :)