Menyikapi Rasa Cemburu si Kakak

by - Juni 25, 2020


Saat si kakak mulai merasa teralihkan

hai ibu, siapa disini yang anak pertamanya mulai tidak setenang dan tidak senurut biasanya saat mulai menjadi kakak?

yak fix! dia cemburu!

"ibu, ayah, keluarga, lingkungan bahkan dunia tidak melihatnya lagi". 
mungkin itu yang dia rasa.

pastinya semua orang tua tidak ingin membeda-bedakan anak satu dengan yang lainnya ya. Tapi secara tidak sadar, waktu dan perhatian kita lebih banyak dengan si adik, yang jelas kegiatan dan geraknya masih sangat terbatas dan tergantung dengan orang yang lebih tua.
hal ini harus disadari dengan cepat oleh kita para orang tua, sehingga kita bisa segera ambil sikap agar rasa cemburu itu tidak lama ada di dalam hatinya. karena berdasarkan pengalamanku sendiri, cemburu terhadap adik itu bisa menahun, efeknya bisa lebih buruk jika tidak disikapi dengan cepat dan baik. belum lagi lingkungan yang membanding-bandingkan fisik dan sikap kakak dan adik tersebut, membuat si kakak semakin terpuruk. efek psikologis yang bisa timbul adalah si kakak bisa menjadi benci dengan adiknya, membuatnya tidak percaya diri, dan jadi sering murung.
tentunya kita nggak mau dong anak kita punya perasaan demikian, yuk coba ikuti tips agar kakak yang masih batita/ balita/toodler tidak cemburu dengan adik barunya dibawah ini:

1. Memberi perhatian kakak saat ada pertemuan dengan keluarga/ teman/ kerabat

disaat itu, pasti perhatian orang-orang langsung tertuju kepada adik, nah peran kita disitu adalah beri perhatian yang cukup juga kepada si kakak. biasanya, saat orang lain panggil atau puji adik, aku langsung peluk dan cium kakak.

2. Membuat rutinitas/ ritual bersama-sama

misalnya, saat akan pergi dibiasakan salim dan cium kening, dan itu dilakukan dan dilihat keduanya. supaya muncul rasa saling menyayangi satu sama lain.

3. Tegur juga bila adik melakukan kesalahan

ini yang sering dilakukan orang tua, hanya menegur si kakak jika adik menangis. sehingga kakak merasa selalu salah. dengan menegur siapapun yang salah, akan membuat kakak disetarakan.

4. Memberi apresiasi

menjadi orang tua bukan hanya soal mengarahkan kepada kebenaran dan memarahi jika anak melakukan kesalahan. perlu pula memberikan apresiasi bagi anak yang telah melakukan target tertentu. apresiasi tidak mesti memberikan hadiah yang mahal loh. memujinya saat melakukan hal baik itu juga bentuk apresiasi. contoh lain, saat anak berhasil makan sendiri, kita bisa peluk dan beri bintang yang kita buat sendiri untuk di tempelkan dibajunya. ini membuat dia bangga dan terpacu untuk terus berbuat yang lebih baik setiap harinya.

5. Melibatkan mereka dengan pekerjaan rumah

contoh ringannya seperti membereskan mainan yang telah digunakan. porsi ini akan lebih banyak dilakukan si kakak dan biasanya adik malah membantu memberantakinya lagi. tapi disitu kakak akan merasa diakui keberadaannya.

6. Komunikasi

keluarga punya peran penting disini. komunikasikan kepada keduanya, bahwa sayang ayah dan ibu sama, tidak akan ada yang dibeda- bedakan baik fisik dan lain-lainnya. jangan sampai ada body shamming di dalam keluarga ya. akan berbeda jika itu datangnya dari luar / lingkungan. tugas kita memberikannya rasa aman dan nyaman. sehingga ia bisa dengan leluasa bercerita dengan orang tuanya. dan jika dia mendapatkan body shamming diluar sana, maka kita lebih mudah untuk memberikan masukan untuknya menghadapi keadaan tersebut. (Insyaallah akan di bahas di next post).

semoga bermanfaat ya buibu, karena aku sudah coba sendiri cara-cara diatas, dan si kakak sudah bisa menerima adiknya dengan baik.setiap anak memang berbeda, tapit tanggung jawab kita untuk menjaga perasaan mereka, agar hati dan pikirannya bersih dengan saudara dan juga dengan orang tuanya.

salam senyum 😊

You May Also Like

0 komentar